Dibuka Dankodiklatal, 206 Siswa Ikuti Pendidikan Bintara dan Tamtama di Satdik 3 Sorong

Angkatan Laut269 Views
Dankodiklatal Letnan Jenderal TNI Marinir Suhartono,M,Tr.(Han) memimpin langsung Upacara Pembukaan Pendidikan Dasar Keprajuritan dan Dasar Golongan, Dikmaba dan Dikmata TNI Angkatan Laut Satdik 3 Sorong, angkatan ke-43 tahun anggaran 2023, lapangan upacara Markas Komando Armada III di Katapop Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Upacara tersebut diikuti 3 peleton siswa Dikmaba dan 3 peleton siswa Dikmata, Senin (20/3/2023). (foto: istimewa)

SORONG – Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Dankodiklatal), Letnan Jenderal TNI Marinir Suhartono,M,Tr.(Han) memimpin langsung Upacara Pembukaan Pendidikan Dasar Keprajuritan dan Dasar Golongan, Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) dan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI Angkatan Laut Satuan Pendidikan (Satdik) 3 Sorong, angkatan ke 43 tahun anggaran 2023.

Upacara Pembukaan Pendidikan Dasar Keprajuritan dan Dasar Golongan Dikmaba dan Dikmata ini berlangsung di lapangan upacara Markas Komando Armada III, yang beralamat di Katapop Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Upacara tersebut diikuti 3 peleton siswa Dikmaba dan 3 peleton siswa Dikmata, Senin (20/3/2023).

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pejabat TNI-Polri, Pemerintah juga tokoh masyarakat di wilayah Sorong Papua Barat Daya tersebut, Letjen TNI (Mar) Suhartono mengatakan bahwa TNI Angkatan Laut perlu memusatkan perhatian dan konsentrasi di pulau-pulau terdepan dan wilayah-wilayah perbatasan guna mencegah segala bentuk ancaman.

“TNI AL selalu proaktif dengan membangun kekuatan tempur secara optimal untuk mencapai kesiapan operasional yang tinggi kapanpun negara memanggil,” ujarnya.

“Seiring dengan visi Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, menjadikan TNI sebagai patriot NKRI, Kodiklatal senantiasa berupaya untuk mewujudkan hasil didik yang profesional dan tangguh guna menjaga kedaulatan di laut serta mendukung terwujudnya visi geopolitik Indonesia sebagai poros maritim dunia yang di segani sejahtera dan kuat. Oleh karena itu agar tuntutan tugas tersebut dapat tercapai, ada beberapa arahan untuk para siswa,” imbuh Dankodiklatal ini, dalam sambutannya.

“(pertama) senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa, dengan senantiasa berdoa mendekatkan diri pada Tuhan sebelum melaksanakan setiap kegiatan agar berjalan dengan selamat, aman dan lancar. (Kedua) siapkan fisik dan mental untuk menghadapi latihan dasar keprajuritan yang cukup berat. Ikuti setiap kegiatan dengan tekad dan semangat yang tinggi. Karena kesiapan fisik dan mental akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program pendidikan ini,” lanjut Dankodiklatal.

“(Ketiga) pupuk dan jiwa korsa dan kebersamaan diantara siswa untuk menunjang kelancaran belajar dan mendukung tugas-tugas selama dalam pendidikan. (Keempat) patuhi dan laksanakan semua peraturan dan tata tertib di lembaga pendidikan serta laksanakan semua prosedur dalam setiap kegiatan. Sehingga semua kegiatan dapat terlaksana dengan aman dan lancar. (Kelima) hindari perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga. Mulai belajar untuk berpikir dan bertindak secara cerdas agar tidak melakukan pelanggaran yang bisa membuat saudara-saudara dikembalikan ke masyarakat,” tambahnya.

Jenderal bintang tiga ini bangga karena para siswa memilih mengabdi kepada bangsa dan negara di jajaran TNI Angkatan Laut.

“Para siswa juga harus bangga telah lolos melewati tahapan seleksi penerimaan yang ketat. Namun demikian kebanggaan tersebut harus di imbangi dengan mengikuti pendidikan dengan sebaik-baiknya. Kepada Komandan Satdik 3 Sorong serta seluruh jajaran, saya perintahkan untuk melaksanakan program pendidikan ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Perhatikan keselamatan dan keamanan personil agar tujuan dan sasaran pendidikan tercapai secara optimal,” katanya.

Komandan Satdik 3 Sorong Kolonel Marinir Muchlas, dalam keterangannya menjelaskan jika siswa yang akan menempuh pendidikan berjumlah 205 orang, rinciannya Dikmaba 106 orang dan Dikmata 100 orang.

Pendidikannya sendiri dilaksanakan selama 6 bulan, yaitu tiga bulan adalah dasar keprajuritan, satu bulan dasar golongan dan dua bulan dasar golongan lanjutan. Dalam proses pendidikan ada namanya orientasi atau masa pengenalan. Dimana para calon prajurit atau para siswa dikenalkan dengan kehidupan militer.

“Tujuan diadakannya pendidikan di Satdik 3 Sorong adalah untuk mendidik putra-putri, utamanya dari wilayah Papua dan Maluku, untuk dididik menjadi prajurit TNI AL Proses pendidikan cantik sudah berjalan 4 kali di Satdik 3 Sorong. Selesai dari pendidikan nanti, diharapkan mereka akan ditempatkan di satuan-satuan Angkatan Laut laut terutamanya yang berada di wilayah Papua dan Maluku. Sedangkan untuk wanita, pendidikannya langsung di Surabaya dan untuk anggaran, bersumber dari anggaran TNI AL,” ungkap Dansatdik 3 Sorong ini.

(rils/tom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *