Jakarta, – Di tengah meningkatnya persaingan global dan ketidakpastian geopolitik, Anggota DPR RI Bambang Soesatyo mendorong penguatan aliansi strategis antara Indonesia dan Italia agar mampu memberikan dampak nyata bagi kepentingan nasional. Penguatan hubungan bilateral dinilai penting untuk memperkokoh posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi dan teknologi global.
Pernyataan tersebut disampaikan Bambang Soesatyo saat bertemu Duta Besar Indonesia untuk Italia Junimart Girsang di Wisma Duta Besar RI di Roma, Jumat (16/1/2026). Menurut dia, kemitraan Indonesia–Italia perlu diarahkan secara lebih terencana dan berjangka panjang, terutama di sektor ekonomi, perdagangan, pendidikan, budaya, serta transfer teknologi.
Hubungan ekonomi kedua negara menunjukkan tren positif. Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Italia pada 2024 tercatat sekitar 3,9 miliar dollar AS, menjadikan Italia sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia di kawasan Uni Eropa. Pada 2025, kinerja perdagangan tetap terjaga seiring meningkatnya ekspor Indonesia ke Italia, antara lain alas kaki, tekstil, karet, furnitur, produk perikanan, serta kopi dan kakao. Dari sisi impor, Indonesia banyak mendatangkan mesin industri, peralatan manufaktur, produk kimia, dan teknologi pendukung dari Italia.
Bambang menilai posisi Italia sebagai kekuatan industri dan manufaktur Uni Eropa memiliki relevansi strategis dengan agenda pembangunan Indonesia yang tengah mendorong industrialisasi, hilirisasi, dan transformasi ekonomi berbasis nilai tambah. “Potensi ini perlu dimanfaatkan secara konkret agar aliansi yang dibangun tidak berhenti pada diplomasi, tetapi berdampak langsung bagi perekonomian nasional,” ujarnya.
Selain perdagangan, Bambang menekankan pentingnya kerja sama transfer teknologi. Italia dikenal memiliki kapabilitas di sektor aerospasial, teknologi satelit, serta sistem pengamatan bumi dan mitigasi bencana. Kerja sama di bidang tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan yang rawan bencana dan memiliki wilayah laut yang luas.
Ia juga melihat peluang besar di sektor industri kreatif. Italia dikenal sebagai pusat desain dan mode dunia, sementara Indonesia memiliki kekayaan sumber daya kreatif dan budaya. Sinergi kedua negara diyakini dapat menghasilkan produk kreatif berdaya saing global sekaligus memperkuat diplomasi budaya.
Di bidang pendidikan dan kebudayaan, Bambang mendorong perluasan kerja sama antarpenguruan tinggi, pertukaran pelajar, dan kolaborasi riset. Menurut dia, hubungan bilateral yang kuat perlu dibangun hingga tingkat masyarakat, tidak semata pada level pemerintah.
Bambang turut menyoroti pentingnya penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Perjanjian tersebut dipandang sebagai kunci untuk memperluas akses pasar Indonesia ke Uni Eropa, termasuk Italia, sekaligus meningkatkan kepastian hukum dan iklim investasi.
“Di tengah persaingan global yang semakin ketat, aliansi strategis dengan mitra-mitra utama Uni Eropa menjadi kebutuhan. Dukungan Italia terhadap IEU-CEPA merupakan sinyal positif yang perlu diperkuat melalui diplomasi aktif,” kata Bambang.(*)
Editor: Sulaiman







