
Asmat, Papua Selatan – Suasana belajar di SD Inpres Basim, Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, tampak berbeda pada Selasa (9/6/2026). Sejumlah prajurit Satgas Pamtas Mobile Yonif 123/Rajawali hadir di ruang kelas, bukan untuk menjalankan tugas pengamanan, melainkan berbagi ilmu dan menumbuhkan semangat belajar bagi anak-anak Papua.
Melalui program Tenaga Pendidik (Gadik), personel Pos Fayit Satgas Yonif 123/Rajawali memberikan pembelajaran dasar sekaligus motivasi kepada para siswa. Kehadiran mereka disambut antusias oleh murid-murid yang mengikuti pelajaran dengan penuh semangat.
Di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan tenaga pengajar, kehadiran para prajurit menjadi dukungan tambahan bagi proses pendidikan. Tidak hanya mengajarkan materi pelajaran, mereka juga menanamkan nilai-nilai disiplin, rasa percaya diri, dan pentingnya pendidikan sebagai bekal masa depan.
Komandan Satgas Yonif 123/Rajawali Letkol Inf Anhar Agil Gunawan mengatakan bahwa program Gadik merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat selama menjalankan tugas di wilayah Papua.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan motivasi belajar anak-anak agar mereka berani bermimpi dan terus berusaha meraih cita-cita. Pendidikan menjadi salah satu kunci penting dalam membangun masa depan generasi muda Papua,” ujarnya.
Menurut Anhar, tugas prajurit di daerah penugasan tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan. Kehadiran TNI juga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, termasuk di bidang pendidikan.
Pihak sekolah dan masyarakat setempat mengapresiasi keterlibatan personel Satgas yang selama ini aktif membantu berbagai kebutuhan warga. Program Gadik dinilai mampu menghadirkan semangat baru bagi anak-anak untuk terus belajar meskipun berada di wilayah yang memiliki berbagai keterbatasan.
Bagi para siswa SD Inpres Basim, kehadiran prajurit di ruang kelas bukan sekadar pengalaman berbeda. Di balik seragam loreng yang mereka kenakan, terselip pesan sederhana bahwa pendidikan dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Di pedalaman Asmat, ruang kelas sederhana itu menjadi tempat tumbuhnya harapan. Sementara para prajurit Rajawali, untuk sesaat, menjalankan peran lain yang tak kalah penting: menjadi guru yang membantu menyalakan mimpi anak-anak Papua.(*)
(Jhonni/Sulaiman)










