Di Kampung Syubun, Prajurit Perbatasan Turun Tangan Menguatkan Duka Warga

Humanitas61 Views

Tambrauw, Papua Barat Daya – Duka yang menyelimuti Kampung Syubun, Distrik Fef, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, tak dibiarkan menjadi beban sendiri bagi warga. Di tengah suasana kehilangan, personel Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 763/SBA dari Pos Fef hadir, bukan hanya sebagai penjaga perbatasan, melainkan juga sebagai sesama manusia yang turut merasakan duka.

Sejak Selasa (7/4/2026), para prajurit terlihat menyatu dengan warga. Mereka membantu mendirikan tenda, menyiapkan perlengkapan acara kedukaan, hingga mendampingi keluarga yang ditinggalkan. Aktivitas berlangsung dalam suasana gotong royong yang hangat, menghadirkan rasa kebersamaan di tengah kesedihan.

Komandan Pos Fef mengatakan, kehadiran prajurit di wilayah penugasan tidak semata-mata berkaitan dengan fungsi keamanan. Dalam situasi sosial seperti kedukaan, kehadiran mereka diharapkan dapat meringankan beban warga.

“Kami ingin hadir sebagai bagian dari masyarakat. Ketika warga berduka, kami pun ikut merasakannya dan berupaya membantu sebisa mungkin,” ujarnya.

Bagi warga Kampung Syubun, bantuan tersebut bukan hanya soal tenaga, tetapi juga dukungan moral. Kehadiran prajurit memberi rasa dikuatkan bahwa mereka tidak menghadapi kehilangan itu sendirian.

Keterlibatan Satgas dalam kegiatan sosial seperti ini menjadi cerminan relasi yang terus dibangun antara TNI dan masyarakat di wilayah perbatasan. Di ruang-ruang sederhana seperti kampung, hubungan itu tumbuh dari kepedulian dan kehadiran nyata dalam keseharian.

Di perbatasan yang kerap dipandang jauh dari pusat perhatian, momen-momen kemanusiaan seperti ini menunjukkan bahwa negara hadir tidak hanya melalui penjagaan wilayah, tetapi juga lewat empati yang dirasakan langsung oleh warganya.(*)

(Johannes/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *