
Tulungagung, Jawa Timur – Suara cetok yang membentur batako berpadu dengan tawa warga terdengar dari sudut Desa Nglutung, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Kamis (21/5/2026). Di bawah terik matahari, sejumlah warga bergantian mengangkat material bangunan. Di antara mereka, seorang prajurit TNI tampak ikut membaur tanpa sekat.
Ia adalah Sertu Galieh, Babinsa Desa Nglutung dari Koramil Tipe B 0807/17 Sendang. Pagi itu, ia bersama warga bergotong royong membantu renovasi rumah Ali Masduki melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Dengan tangan yang dipenuhi semen, Sertu Galieh ikut menyusun batako satu demi satu. Baginya, kehadiran Babinsa bukan semata menjalankan tugas kewilayahan, melainkan hadir sebagai bagian dari upaya membantu warga yang menghadapi kesulitan.
“Melalui pendampingan ini kami ingin memberikan semangat kepada warga agar pembangunan rumah bisa berjalan lancar dan cepat selesai. Kehadiran Babinsa diharapkan dapat meringankan pekerjaan sekaligus memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat,” ujar Galieh di sela kegiatan.
Di sekitar rumah sederhana itu, suasana gotong royong terasa hidup. Warga datang silih berganti membantu pekerjaan, mulai dari mengangkut material hingga menyiapkan makanan dan minuman sederhana untuk para pekerja.
Pemandangan semacam itu kian jarang ditemui di tengah kehidupan yang semakin individual. Namun, di Desa Nglutung, kebersamaan masih tumbuh dan dirawat melalui kerja bersama.
Bagi Ali Masduki, renovasi rumah tersebut bukan sekadar pembangunan fisik. Lebih dari itu, ia merasakan hadirnya kepedulian dari lingkungan sekitar.
Rumah yang sebelumnya dalam kondisi kurang layak kini perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang lebih kokoh dan aman bagi keluarganya.
Sertu Galieh berharap, rumah yang tengah dibangun itu kelak tidak hanya memberi kenyamanan, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi keluarga Ali untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
“Semoga rumah ini nantinya menjadi tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman bagi keluarga Pak Ali, sehingga mereka bisa hidup lebih tenang dan semakin bersemangat menjalani aktivitas,” katanya.
Program Rutilahu yang melibatkan Babinsa dan warga tersebut menjadi gambaran bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas pertahanan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan melalui kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.(*)
(Arwang/Sulaiman)









