Dalam Doa dan Kebersamaan, Prajurit TNI AD di Papua Barat Meneguhkan Pengabdian

Religiusitas216 Views

Teluk Bintuni, Papua Barat – Di tengah dinamika tugas dan tantangan pengabdian, doa menjadi ruang sunyi tempat prajurit menundukkan kepala dan meneguhkan niat. Itulah yang tergambar dalam kegiatan doa bersama yang digelar Prajurit Yonif 763/SBA dan Brigif 26/GP bersama Persit Cabang XX Brigif 26/GP serta Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Yonif 763/SBA.

Dalam keterangan yang diterima oleh redaksi media ini, Sabtu (13/12/2025), Penerangan Yonif 763/SBA menyebutkan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Juang TNI Angkatan Darat sekaligus Hari Ulang Tahun ke-9 Kodam XVIII/Kasuari. Doa bersama menjadi ungkapan syukur sekaligus permohonan keselamatan bagi seluruh prajurit dan keluarga besar TNI AD yang mengabdi di tanah Papua.

Doa dilaksanakan secara serentak sesuai keyakinan masing-masing, mencerminkan semangat toleransi dan kebhinekaan yang hidup di lingkungan TNI. Untuk umat Islam, doa bersama dipusatkan di Masjid Al-Muhajirin Yonif 763/SBA dan dipimpin oleh tokoh agama setempat. Suasana khidmat menyelimuti masjid ketika lantunan doa dipanjatkan, memohon perlindungan Tuhan agar para prajurit senantiasa diberi kekuatan, keselamatan, dan keteguhan dalam menjalankan tugas negara.

Sementara itu, umat Nasrani mengikuti ibadah doa bersama di Saung Gurana Brigif 26/GP. Ibadah dipimpin oleh pelayan firman dengan penuh kekhusyukan, diisi dengan pujian, renungan, serta doa untuk kesejahteraan prajurit dan keluarga, serta bagi kedamaian dan persatuan bangsa.

Lebih dari sekadar rangkaian peringatan, kegiatan doa bersama ini menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan prajurit dan keluarga dalam suasana kekeluargaan. Di sanalah nilai pengabdian, keikhlasan, dan kemanusiaan dirawat bahwa tugas menjaga negara selalu berpijak pada doa dan restu keluarga.

Momentum Hari Juang TNI AD dan HUT Kodam XVIII/Kasuari ke-9 ini diharapkan semakin menguatkan semangat prajurit untuk terus mengabdi dengan hati yang bersih, profesionalisme yang kokoh, dan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan, meninggalkan pesan sederhana namun mendalam: di balik seragam dan tugas negara, doa tetap menjadi sumber kekuatan utama.(*)

(Johannes/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *