BNN dan BNPT Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Narkotika dan Terorisme

HUKUM43 Views

Bogor, Jawa Barat – Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Suyudi Ario Seto melakukan kunjungan kerja ke Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Bogor, Kamis (9/4/2026). Kunjungan ini menjadi langkah konkret memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam menghadapi ancaman narkotika dan terorisme yang kian kompleks.

Kepala BNPT Eddy Hartono menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Ia menyoroti keterkaitan antara narkotika dan terorisme di tingkat global (narcoterrorism), termasuk praktik pendanaan terorisme melalui perdagangan narkoba yang telah terjadi di berbagai kawasan.

“Hal ini sejalan dengan prioritas untuk memperkuat sinergi pertahanan dan keamanan nasional,” ujar Eddy.

BNPT, lanjutnya, menjalankan program pembinaan narapidana terorisme (napiter) secara bertahap dari risiko tinggi ke menengah. Pendekatan dilakukan lebih terbuka namun tetap dalam pengawasan. Program tersebut terintegrasi dengan proses reintegrasi sosial melalui pelatihan keterampilan, pendampingan, serta pendekatan kepada masyarakat sebelum warga binaan kembali ke lingkungan sosialnya.

Sementara itu, Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto mengapresiasi pendekatan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek hukuman, tetapi juga pemberdayaan. Menurut dia, pembekalan keterampilan menjadi kunci agar warga binaan dapat kembali produktif di masyarakat.

“Harapannya, mereka kembali ke masyarakat dan tidak mengalami kekambuhan,” ujar Suyudi.

Ia menekankan, penanganan narkotika dan terorisme membutuhkan pendekatan yang serupa namun berbeda. Pada kasus narkotika, fokusnya adalah pengendalian adiksi, sedangkan pada terorisme berkaitan dengan penanganan ideologi. Upaya tersebut perlu diperkuat melalui pembinaan nilai serta pemberdayaan ekonomi, antara lain melalui pengalihan komoditas dari tanaman ganja ke kopi di Gayo Lues.

Lebih lanjut, Suyudi menyoroti perkembangan modus penyalahgunaan narkotika yang semakin kompleks, termasuk melalui rokok elektrik (vape). Temuan pencampuran cairan vape dengan zat berbahaya seperti etomidate menjadi perhatian serius, terutama karena maraknya penggunaan vape di kalangan generasi muda.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau Balai Latihan Kerja (BLK) yang menjadi sarana pelatihan keterampilan bagi warga binaan. Pelatihan mencakup bidang otomotif, pendingin udara (AC), kelistrikan, peternakan, menjahit, hingga kerajinan kayu. Pada sejumlah bidang, peserta memperoleh sertifikat sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat, dengan dukungan instruktur BNPT dan kolaborasi pihak swasta.

Menutup kunjungan, Suyudi menegaskan, penguatan sinergi antarlembaga menjadi kunci dalam menghadapi ancaman kejahatan yang semakin kompleks dan lintas sektor. BNN, kata dia, berkomitmen memperluas kolaborasi, memperkuat pertukaran informasi, serta mengintegrasikan upaya pencegahan dan penindakan guna memastikan penanganan narkotika berjalan lebih efektif dan berkelanjutan di tingkat nasional.(*)

(Rudolf/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *