
Boyolali, Jawa Tengah – Di bawah terik matahari lereng Merapi-Merbabu, sejumlah prajurit TNI tetap mengayunkan cangkul dan meratakan material jalan di Dukuh Sidorejo, Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Kamis (19/2/2026). Bulan Ramadhan tak menyurutkan ritme kerja Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Kodim 0724/Boyolali dalam menuntaskan pembangunan infrastruktur desa.
Sejak pagi, personel Satgas bersama warga bergotong royong melakukan pengerasan dan betonisasi jalan serta pembangunan talud penahan tanah. Akses tersebut sebelumnya rusak dan menyulitkan mobilitas warga, terutama saat musim hujan.
Komandan Kodim 0724/Boyolali melalui keterangan tertulis menyebutkan, percepatan pembangunan jalan menjadi prioritas agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian warga.
Sertu Budi Raharjo, salah satu anggota Satgas TMMD, mengatakan seluruh personel tetap menjaga semangat meski menjalankan ibadah puasa. “Kami tetap bekerja maksimal agar pembangunan selesai tepat waktu. Harapannya, jalan ini bisa memperlancar aktivitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” ujarnya.
Menurut dia, pembangunan talud juga dilakukan untuk memperkuat struktur jalan agar lebih tahan terhadap erosi dan longsor, mengingat kontur wilayah Cepogo yang berbukit.
Bagi warga Desa Mliwis, pembangunan jalan tersebut menjadi harapan baru. Akses yang lebih baik diyakini akan memangkas waktu tempuh dan biaya angkut hasil pertanian, sekaligus membuka peluang usaha lain di wilayah itu.
Program TMMD Sengkuyung Tahap I di Boyolali tahun ini tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kemitraan antara TNI dan masyarakat. Di tengah suasana Ramadhan, kerja bersama itu menjadi cermin bahwa pengabdian dan pembangunan tetap berjalan seiring, tanpa terhalang ibadah puasa.(*)
(Agus Kemplu/Sulaiman)













