
Blitar, Jawa Timur – Suara kentongan dan langkah kaki prajurit menyusuri jalan desa memecah sunyi dini hari di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Kamis (26/2/2026). Di tengah pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127, anggota Satgas TMMD Kodim 0808/Blitar, Serda Salahudin, bersama warga membangunkan masyarakat untuk sahur, mempererat kebersamaan di bulan Ramadhan.
Kegiatan itu menjadi bagian dari interaksi sosial antara prajurit dan masyarakat di lokasi TMMD. Tidak hanya terlibat dalam pembangunan infrastruktur, prajurit juga berbaur dalam kehidupan sehari-hari warga.
Serda Salahudin mengatakan, kegiatan membangunkan sahur bersama warga merupakan bentuk kebersamaan yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD. “Kami tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga ingin membangun kedekatan dengan masyarakat. Kebersamaan seperti ini penting untuk memperkuat hubungan antara TNI dan warga,” ujarnya.
Menurut dia, kedekatan sosial tersebut menjadi modal penting untuk mendukung kelancaran program TMMD, yang mengedepankan semangat gotong royong.
Sejak dimulainya TMMD ke-127, prajurit TNI bersama warga bergotong royong mengerjakan berbagai pembangunan desa. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat juga membuka ruang komunikasi yang lebih akrab.
Warga Desa Krisik menyambut positif keterlibatan prajurit dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Selain membantu pembangunan desa, kehadiran mereka dinilai membawa semangat kebersamaan.
Salah seorang warga, Suyanto, mengatakan, kegiatan membangunkan sahur bersama prajurit menjadi pengalaman yang mengesankan bagi masyarakat. “Bukan hanya membangun jalan dan fasilitas desa, mereka juga ikut dalam kegiatan sehari-hari warga. Kami merasa lebih dekat,” katanya.
Program TMMD merupakan kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Melalui kebersamaan yang terjalin, diharapkan pembangunan desa tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.(*)
Editor: Sulaiman













