Bahu Membahu untuk Sumini: Saat Gotong Royong Menjadi Rumah Baru

Humanitas555 Views

Blitar, – Di tengah udara sejuk Dusun Rampalombo, Desa Margomulyo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, kisah tentang gotong royong tak hanya menjadi cerita masa lalu. Minggu (29/6/2026) pagi, puluhan warga bergegas ke satu titik: rumah kayu milik Ibu Sumini (56), seorang warga setempat yang hidup sederhana.

Dengan sigap, mereka bergandeng tangan memindahkan rumah milik janda paruh baya itu ke lokasi baru yang lebih dekat dengan jalan desa. Tiang-tiang kayu, atap, hingga dinding rumah dibongkar perlahan, lalu diangkut bersama menuju tempat yang lebih layak dan aman.

Di antara mereka, tampak pula sosok Sertu Harno, Babinsa Desa Margomulyo dari Koramil 0808/18 Panggungrejo Kodim 0808 Blitar. Ia tak hanya berdiri sebagai penonton, tetapi ikut memanggul kayu dan mengatur jalannya pemindahan.

“Gotong royong seperti ini bukan hanya tradisi, tapi ruh dari kehidupan desa. Inilah momen yang memperkuat tali silaturahmi antarwarga,” ujar Sertu Harno di sela-sela aktivitas.

Kekompakan warga RT 02 RW 05 Dusun Rampalombo terasa begitu hidup. Tak ada yang mengeluh, tak ada yang merasa terbebani. Mereka bekerja dengan senyum, membawa beban bukan hanya berupa balok kayu, tapi juga harapan bersama: agar Ibu Sumini dan keluarganya bisa tinggal lebih layak.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh tokoh masyarakat, Ketua RT, dan Ketua RW yang turut memberikan semangat. Tidak ada formalitas berlebihan, semua hadir sebagai tetangga, sahabat, dan saudara.

Ibu Sumini sendiri tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang terlibat.

“Saya sangat terharu. Rumah ini nantinya akan saya tempati bersama keluarga. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Babinsa, Pak RT, Pak RW, dan semua warga yang sudah membantu. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini,” ucapnya lirih.

Di tempat terpisah, Danramil 0808/18 Panggungrejo, Kapten Czi Gutarno, turut mengapresiasi inisiatif warga dan peran Babinsa dalam kegiatan sosial ini.

“TNI hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga pertahanan, tetapi juga untuk melayani dan membantu rakyat. Gotong royong ini adalah wajah Indonesia yang sesungguhnya, penuh kepedulian dan saling menolong,” tegas Kapten Gutarno.

Di zaman ketika solidaritas sering kali terpinggirkan oleh kesibukan dan ego, warga Dusun Rampalombo menunjukkan bahwa semangat gotong royong belum mati. Justru di sanalah, di tanah yang tenang dan sederhana, kita bisa belajar: bahwa rumah bukan hanya soal tembok dan genteng, tapi juga tentang tangan-tangan yang saling menolong membangunnya bersama.(*)

 

Editor: Sulaiman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *