
Magetan, Jawa Timur – Sebanyak 999 prajurit TNI Angkatan Darat (AD) resmi dilantik setelah menuntaskan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri Gelombang II Tahun 2026 di Secata Rindam V/Brawijaya Magetan. Mereka selanjutnya diproyeksikan memperkuat satuan TNI AD sekaligus mendukung pembangunan wilayah di berbagai daerah.
Menurut keterangan tertulis Pendam V/Brawijaya, Jumat (11/9/2026) pagi, disebutkan bahws penutupan pendidikan sekaligus upacara penyematan tanda prajurit berlangsung di Lapangan Candradimuka, Secata Rindam V/Brawijaya Magetan, Rabu (9/9/2026). Upacara dipimpin Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat utama Kodam V/Brawijaya, Bupati Magetan Nanik Sumantri bersama Forkopimda, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Secara nasional, sebanyak 19.114 mantan siswa dari berbagai lembaga pendidikan TNI AD dinyatakan berhasil menyelesaikan pendidikan dan resmi dilantik menjadi prajurit TNI AD dengan pangkat Prajurit Dua (Prada).
Dari jumlah tersebut, 999 prajurit merupakan lulusan Secata Rindam V/Brawijaya Magetan.
Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang dibacakan Pangdam V/Brawijaya, pelantikan tersebut ditegaskan bukan sebagai akhir dari proses pendidikan, melainkan awal pengabdian sebagai prajurit kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari kesungguhan, kedisiplinan, dan kerja keras kalian, serta dukungan lembaga pendidikan dan doa dari orang tua yang terus mengalir,” ujar Rudy saat membacakan amanat KASAD.
Menurut amanat tersebut, pembangunan kekuatan TNI AD terus dilakukan, termasuk melalui pembentukan Satuan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP). Para prajurit yang baru menyelesaikan pendidikan itu diproyeksikan untuk memperkuat satuan di setiap kabupaten.
Penugasan tersebut sekaligus memperluas peran prajurit TNI AD. Selain menjalankan tugas pertahanan dan pertempuran, keberadaan mereka diarahkan untuk mendukung percepatan pembangunan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Peran itu dinilai semakin strategis, terutama dalam mendukung pembangunan di wilayah perbatasan maupun daerah yang memiliki tingkat kerawanan tertentu.
“Kepercayaan yang diberikan negara kepada kalian untuk menjadi bagian dari pembentukan Yon TP merupakan sebuah tugas terhormat yang harus dilaksanakan dengan penuh amanah dan tanggung jawab disertai dedikasi yang tinggi,” tegasnya.
Pangdam V/Brawijaya juga mengingatkan para prajurit agar tidak memandang kelulusan dan pelantikan sebagai titik akhir perjalanan. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai bagian dari kekuatan TNI AD.
“Pelihara kehormatan diri, jaga nama baik satuan, dan buktikan bahwa kalian layak menjadi bagian dari kekuatan utama TNI AD,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya pendidikan, 999 prajurit tersebut diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan, keterampilan, disiplin, serta nilai-nilai keprajuritan yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan.
Kehadiran mereka di satuan nantinya diharapkan tidak hanya menambah kekuatan pertahanan TNI AD, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kepentingan masyarakat serta pembangunan wilayah.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TNI AD dalam menyiapkan sumber daya manusia prajurit yang memiliki kemampuan, disiplin, dedikasi, dan tanggung jawab untuk menghadapi tuntutan tugas pertahanan sekaligus pengabdian kepada bangsa dan negara.(*)
Editor: Sulaiman







