
Nias, Sumatera Utara – Pembangunan jembatan modular di atas Sungai Belauna, Desa Sihare’o III Hilibadalu, Kecamatan Ma’u, Kabupaten Nias, terus dikebut. Memasuki Kamis (13/8/2026), pembangunan jembatan sepanjang 24 meter tersebut telah mencapai 35%.
Pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari program Bakti TNI untuk Rakyat sekaligus dukungan TNI terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. Kehadiran jembatan baru dinilai penting karena jembatan lama yang selama ini digunakan warga sudah tidak layak, sehingga membutuhkan akses penyeberangan yang lebih aman dan memadai.
Jika rampung, jembatan modular tersebut akan memperlancar mobilitas warga dan pelajar antardusun di Desa Sihare’o III Hilibadalu. Infrastruktur itu juga diharapkan membuka konektivitas yang lebih baik dengan wilayah lain di Kecamatan Ma’u.
Di lokasi pembangunan, personel TNI melaksanakan sejumlah pekerjaan konstruksi, mulai dari perakitan besi abutmen atas tepi jauh, pemasangan mal, hingga pengecoran abutmen tepi jauh. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur penyangga jembatan.
Pengerjaan melibatkan 25 personel Yon TP 905/TS, tiga personel Yonzipur 1/DD, satu operator excavator dari Yon TP 901/SG, serta dua personel Koramil. Sejumlah peralatan seperti excavator, mesin molen, cangkul, sekop, dan angkong turut digunakan untuk mendukung percepatan pembangunan.
Kolaborasi personel TNI dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengerjaan jembatan tersebut. Semangat gotong royong itu tidak hanya ditujukan untuk mempercepat pembangunan, tetapi juga menghadirkan akses yang dapat mendukung aktivitas pendidikan, mobilitas warga, serta kegiatan ekonomi masyarakat.
Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy, S.I.P. mengatakan pembangunan jembatan modular tersebut merupakan bentuk nyata komitmen TNI AD melalui program Bakti TNI untuk Rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah.
“Pembangunan jembatan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membuka akses yang lebih aman dan layak bagi masyarakat,” ujar Sandy dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (14/8/2026).
Menurut dia, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat pembangunan secara langsung kepada masyarakat. “Melalui program pembangunan infrastruktur yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, TNI ingin memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya dalam mendukung akses pendidikan, mobilitas warga, dan pertumbuhan ekonomi di daerah,” katanya.
Dengan progres yang telah mencapai 35%, pembangunan jembatan Sungai Belauna terus dikebut. Bagi warga Desa Sihare’o III Hilibadalu, jembatan tersebut nantinya bukan sekadar penghubung dua sisi sungai, tetapi menjadi akses penting untuk membuka mobilitas dan aktivitas masyarakat yang selama ini terkendala kondisi jembatan lama.(*)
(Johannes/Sulaiman)







