
Blitar, Jawa Timur – Bagi sebagian orang, sapaan singkat mungkin hanya sebatas basa-basi. Namun, bagi Sertu Yudhi Rimba, Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, sapaan sederhana justru menjadi pintu masuk untuk memahami persoalan warga sekaligus mencari jalan keluarnya.
Hampir setiap hari Yudhi menyusuri sawah, mendatangi rumah-rumah warga, mendampingi petani, hingga berbincang santai dengan masyarakat. Dari percakapan-percakapan itulah ia mengaku memperoleh gambaran nyata mengenai persoalan yang dihadapi warga binaannya.
“Bagi saya, komunikasi dengan warga sangat penting. Tidak harus menunggu acara resmi. Cukup menyapa atau mengobrol langsung, saya bisa mengetahui kesulitan yang sedang mereka hadapi,” ujar Yudhi saat ditemui di area persawahan Desa Papungan, Rabu (8/7/2026).
Menurut dia, kedekatan emosional menjadi modal utama bagi seorang Babinsa dalam menjalankan tugas kewilayahan. Dengan memahami kebutuhan masyarakat secara langsung, langkah-langkah bantuan maupun pendampingan dapat dilakukan secara lebih tepat.
“Kalau kita sudah mengetahui persoalan warga, kita juga akan tahu apa yang bisa kita lakukan untuk membantu menyelesaikannya,” katanya.
Prajurit yang bertugas di Koramil 0808/03 Kanigoro itu menilai profesinya sebagai Babinsa memberikan ruang pengabdian yang luas karena bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Bagi saya, menjadi Babinsa adalah tugas yang mulia karena banyak kesempatan untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran Yudhi mendapat sambutan positif dari warga Desa Papungan. Mereka merasa lebih mudah menyampaikan berbagai persoalan karena memiliki sosok yang tidak hanya hadir sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga menjadi mitra berdiskusi dan tempat meminta bantuan ketika menghadapi kesulitan.
Pendekatan yang mengedepankan komunikasi langsung tersebut dinilai mampu memperkuat hubungan antara aparat teritorial dan masyarakat. Kedekatan itu juga mempercepat identifikasi persoalan di tingkat desa, mulai dari kebutuhan pendampingan pertanian hingga persoalan sosial yang memerlukan perhatian bersama.
Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menilai pendekatan seperti yang dilakukan Sertu Yudhi mencerminkan esensi tugas pembinaan teritorial yang mengedepankan kedekatan dengan masyarakat.
“Kita TNI berasal dari rakyat. Karena itu, setiap bentuk pengabdian prajurit harus selalu berorientasi pada kepentingan rakyat,” kata Untoro.
Ia berharap semangat pengabdian tersebut menjadi inspirasi bagi para Babinsa di seluruh jajaran Korem 081/DSJ. Menurutnya, keberhasilan tugas teritorial tidak hanya diukur dari pelaksanaan program, tetapi juga dari kemampuan prajurit menghadirkan manfaat nyata serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah binaannya.(*)
(Arwang/Sulaiman)







