Sragen, Jawa Tengah – Langkah pelan Komandan Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin berhenti di sebuah rumah sederhana di Sentonorejo RT 15 RW 05, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Sabtu (16/5/2026). Di rumah milik Ibu Sri Supadmi itu, ia menyaksikan langsung kondisi jamban lama yang selama bertahun-tahun digunakan keluarga tersebut.
Bangunan kecil itu tampak jauh dari kata layak. Kondisinya memprihatinkan dan kurang mendukung kesehatan keluarga. Namun, keadaan kini mulai berubah. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), Ibu Sri akhirnya memiliki jamban baru yang lebih bersih, sehat, dan nyaman karena dibangun di dalam rumahnya.
Bagi Ibu Sri, bantuan itu bukan sekadar pembangunan fasilitas sanitasi. Kehadiran jamban baru menghadirkan rasa aman dan kemudahan yang selama ini sulit ia rasakan.
Kini, ia tidak lagi harus bersusah payah menggunakan fasilitas mandi dan buang air dengan kondisi yang serba terbatas. Jamban baru tersebut memberi kenyamanan sekaligus menghadirkan lingkungan yang lebih sehat bagi keluarganya.
Warga sekitar menuturkan, kondisi jamban lama milik Ibu Sri memang sudah lama memerlukan perhatian. Karena itu, bantuan dari Satgas TMMD disambut dengan rasa syukur oleh masyarakat sekitar.
Program TMMD tidak hanya menyasar pembangunan jalan dan infrastruktur desa, tetapi juga menjangkau kebutuhan dasar warga, termasuk sanitasi yang layak. Langkah kecil semacam itu dinilai memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat.
Dansatgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin mengatakan, pembangunan jamban layak merupakan bagian dari upaya menghadirkan lingkungan sehat bagi masyarakat desa.
“TMMD hadir bukan hanya untuk membangun infrastruktur, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami berharap bantuan jamban ini dapat memberi manfaat dan menghadirkan kenyamanan bagi Ibu Sri dan keluarga,” ujar Dindin.
Kehadiran TMMD di Desa Puro kembali memperlihatkan wajah lain pengabdian TNI. Tidak semata membangun jalan atau fasilitas umum, tetapi juga menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat yang kerap luput dari perhatian.
Dari sebuah jamban sederhana yang kini berdiri lebih layak, tumbuh harapan baru tentang hidup yang lebih sehat, nyaman, dan bermartabat bagi sebuah keluarga kecil di sudut desa.(*)
(Agus Kemplu/Sulaiman)







