
Kalimantan Barat, – Di tengah belantara wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, prajurit TNI dari Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad menunjukkan bahwa tugas mereka bukan hanya soal senjata dan patroli. Pada Selasa (15/7/2025), mereka membuka layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di sektor barat Kalimantan Barat, sebuah langkah nyata kepedulian TNI terhadap kesehatan warga di pelosok negeri.
Dengan mengusung semangat kemanusiaan, para prajurit berseragam loreng ini menyediakan pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan ringan, pemberian vitamin, hingga edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Semua layanan diberikan tanpa biaya, langsung dari tangan para tenaga medis Satgas.
Komandan Satgas, Letkol Arh Andy Qomarudin, menegaskan bahwa misi mereka lebih luas dari sekadar menjaga garis batas. “Kami hadir bukan hanya untuk menjaga kedaulatan, tetapi juga untuk menyentuh sisi kemanusiaan. Kesehatan adalah hak dasar, dan kami ingin memastikan warga perbatasan tidak merasa ditinggalkan,” ujarnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh warga. Sejak pagi, warga dari berbagai desa berdatangan ke pos Satgas. Tak sedikit yang harus menempuh jarak jauh, melewati jalanan berlumpur dan berbatu, demi bisa mendapat layanan medis.
Herman (52), salah satu warga, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Kalau tidak ada TNI, kami harus pergi ke puskesmas yang letaknya sangat jauh. Ini sangat membantu kami,” ucapnya haru.
Tak hanya pengobatan, Satgas juga membagikan masker dan vitamin sebagai bagian dari upaya preventif menjaga daya tahan tubuh masyarakat. Langkah kecil, tapi berdampak besar bagi daerah yang selama ini minim akses layanan kesehatan.
Kegiatan ini menjadi potret hangat sinergi antara kekuatan militer dan nilai kemanusiaan. Dalam balutan loreng dan tugas negara, para prajurit TNI hadir sebagai pelindung sekaligus sahabat bagi warga perbatasan.
Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat selama masa penugasan.(*)
Editor: Sulaiman







