Wisuda ke-261 UNAIR, Antara Haru Perjuangan Orang Tua dan Tekad Lulusan Menjaga Integritas

Edukasi107 Views

Surabaya, Jawa Timur – Prosesi wisuda ke-261 Universitas Airlangga (UNAIR) diwarnai suasana haru sekaligus penuh kebanggaan. Bertempat di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus MERR-C, Sabtu (11/4/2026), momen kelulusan bagi wisudawan jenjang diploma, sarjana, magister, hingga doktor itu menjadi penanda berakhirnya satu fase sekaligus awal pengabdian di tengah masyarakat.

Dalam pidato perwakilan wisudawan, Melvin Hermawan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menekankan bahwa perjalanan selama menempuh pendidikan tidak hanya membekali pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter. Ia menyebut kampus sebagai ruang pembelajaran sekaligus “rumah kedua” yang merekam berbagai perjuangan mahasiswa.

“Menjadi bagian dari UNAIR adalah kehormatan. Di sini kita tidak hanya belajar, tetapi juga ditempa menjadi pribadi yang lebih tangguh,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memegang nilai dasar universitas, Excellent with Morality, sebagai pijakan menghadapi tantangan dunia kerja. Menurutnya, kompetensi akademik perlu berjalan seiring dengan integritas dan karakter.

Suasana kian emosional ketika Melvin menyampaikan penghargaan kepada para orang tua wisudawan. Ia menegaskan bahwa capaian akademik hari ini tidak terlepas dari pengorbanan yang kerap luput dari perhatian.

“Hari ini kami berdiri dengan toga yang mungkin tampak ringan, tetapi sesungguhnya sarat dengan pengorbanan orang tua,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Pengurus Pusat Ikatan Alumni (IKA) UNAIR, Aniek Dwi Deviyanti, mengajak para lulusan untuk segera mengambil peran nyata di masyarakat. Ia menekankan bahwa wisuda bukan akhir perjalanan, melainkan titik awal kontribusi sebagai bagian dari jejaring alumni.

“Setelah wisuda, saudara akan kembali ke masyarakat dengan kiprah yang lebih bermakna sebagai Ksatria Airlangga,” ujarnya.

Aniek juga menyampaikan bahwa IKA UNAIR terus memperkuat jaringan alumni, baik di dalam negeri maupun di kalangan diaspora. Para lulusan, kata dia, akan terhubung dalam ekosistem alumni yang diharapkan mampu memperluas kolaborasi dan kontribusi di berbagai bidang.

Ia berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik keluarga dan almamater, serta mengedepankan nilai moral dalam setiap langkah pengabdian.

“Menjadi insan berilmu harus sejalan dengan akhlak dan integritas, demi membangun peradaban yang lebih adil dan beradab,” tutur Aniek.

Wisuda kali ini tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga ruang refleksi tentang makna perjuangan, pengorbanan, serta tanggung jawab moral para lulusan dalam menjawab tantangan zaman.(*)

(Khefti/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *