Usai Mengaspal Jalan di Bawah Terik, Satgas TMMD Blitar Isi Malam Ramadan dengan Tadarus Bersama Warga

Religiusitas30 Views

Blitar, Jawa Timur – Ramadan tak menyurutkan langkah anggota Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0808/Blitar. Setelah seharian berpuasa sambil menuntaskan pekerjaan fisik di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, mereka menutup hari dengan tadarus Al-Qur’an bersama warga di masjid desa, Sabtu (28/2/2026).

Sejak pagi, para prajurit terlibat dalam berbagai pekerjaan pembangunan, mulai dari pengecoran rabat jalan hingga sejumlah sasaran fisik lainnya. Di bawah terik matahari dan dalam kondisi berpuasa, mereka tetap bekerja dengan ritme yang terjaga.

Namun, ketika malam tiba, suasana berubah. Seragam loreng yang sejak pagi berlumur debu digantikan dengan suasana khusyuk di dalam masjid. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, menyatu dengan kebersamaan warga Desa Krisik.

Serda Farel, salah satu anggota Satgas TMMD ke-127, mengatakan bahwa tadarus di malam hari menjadi penyejuk setelah aktivitas fisik yang cukup menguras tenaga.

“Justru dari sini kami mendapat kekuatan. Setelah seharian bekerja, tadarus membuat hati lebih tenang dan esoknya kami bisa kembali bertugas dengan semangat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut bukan sekadar ibadah rutin Ramadan. Bagi warga, kehadiran anggota TNI di masjid desa menghadirkan kedekatan yang berbeda. Mereka tak hanya melihat prajurit sebagai pelaksana pembangunan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial dan spiritual desa.

Kepala Desa Krisik menyebutkan, kebersamaan dalam tadarus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. “Kami merasakan betul kedekatan itu. Mereka bekerja bersama kami di siang hari, dan beribadah bersama kami di malam hari,” katanya.

Program TMMD ke-127 di Desa Krisik memang difokuskan pada percepatan pembangunan infrastruktur desa. Namun, lebih dari itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kemanunggalan TNI dan rakyat, tidak hanya dalam bentuk jalan yang menghubungkan dusun, tetapi juga dalam nilai kebersamaan dan penguatan spiritual.

Di tengah Ramadan, para prajurit itu menunjukkan bahwa pengabdian tak berhenti pada kerja fisik. Di sela lelah dan lapar, mereka tetap menyalakan cahaya ayat-ayat suci, sebagai penguat niat dan pengikat kebersamaan dengan warga desa.(*)

Editor: Sulaiman R.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *