
Sorong, Papua Barat Daya – Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XIV Sorong Laksamana Muda TNI Djatmoko meninjau langsung program ketahanan pangan yang dikembangkan jajarannya di Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (16/4/2026).
Peninjauan dilakukan di kawasan Kebun Ketahanan Pangan Kodaeral XIV yang dikelola Dinas Teritorial. Dalam kegiatan tersebut, Djatmoko didampingi Asisten Teritorial Kolonel Laut (P) Sri Rakhmadi dan Kepala Dinas Teritorial Kolonel Marinir Ade Darmansyah.
Program ketahanan pangan yang dikembangkan mencakup pengelolaan kebun serta budidaya ikan air tawar, seperti nila dan lele. Salah satu yang menjadi perhatian adalah budidaya ikan lele dengan sistem bioflok.
Ade Darmansyah menjelaskan, budidaya lele dinilai sebagai strategi ketahanan pangan yang efektif karena relatif mudah dilakukan, berbiaya terjangkau, serta memiliki siklus panen yang singkat, yakni sekitar 1,5 hingga 2 bulan.
“Selain itu, budidaya ini dapat dilakukan di lahan terbatas, termasuk pekarangan rumah, sehingga berpotensi menjadi sumber protein hewani mandiri bagi keluarga,” ujar Ade.
Saat ini, Kebun Ketahanan Pangan Kodaeral XIV mengelola tiga kolam bioflok yang diisi sekitar 10.000 ekor ikan lele. Hasil budidaya tersebut direncanakan memasuki masa panen pada akhir bulan ini.
Djatmoko menegaskan, keterlibatan prajurit TNI AL dalam program ketahanan pangan merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah sekaligus menjaga stabilitas nasional.
Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali agar seluruh jajaran TNI AL mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional.
“Pemanfaatan lahan dan potensi sumber daya kelautan, termasuk pembinaan masyarakat maritim, menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya di wilayah pesisir dan perbatasan,” kata Djatmoko.(*)
(Jacob/Sulaiman)













