Sawah Tak Lagi Menunggu Hujan, Petani di Bancar Kini Andalkan Sumur Irigasi

Ponorogo, Jawa Timur – Sawah-sawah di Dukuh Nglodo, Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, yang selama ini kerap menghadapi persoalan kekeringan saat musim kemarau, kini mulai memiliki harapan baru. Kelompok Tani Bogasari setempat memperoleh bantuan sumur irigasi perpompaan yang didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2026.

Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa, sekaligus membantu petani menjaga keberlangsungan produksi pertanian di tengah ancaman berkurangnya pasokan air.

Pembangunan sumur irigasi perpompaan itu kini telah rampung dan mulai beroperasi. Air dari sumur tersebut sudah mengalir ke lahan pertanian milik anggota Kelompok Tani Bogasari.

Ketua Kelompok Tani Bogasari, Wasit, mengatakan, keberadaan sumur irigasi itu sangat membantu petani, terutama saat memasuki musim kemarau.

“Sekarang air sudah bisa mengalir ke sawah anggota kelompok tani. Kami merasa lebih tenang karena tidak lagi terlalu khawatir kekurangan air ketika musim kemarau datang,” ujar Wasit pada media ini, Selasa (19/5/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan pengeboran sumur hingga menghasilkan sumber air yang memadai juga tidak lepas dari dukungan pihak pelaksana pengeboran, yakni Alitama Grup.

Kepala Desa Bancar Agus Sudarmono menyebut bantuan tersebut menjadi dorongan penting bagi produktivitas pertanian warga. Menurut dia, ketersediaan air yang lebih stabil diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa.

“Pertanian masih menjadi tumpuan utama warga kami. Karena itu, keberadaan irigasi ini harus dijaga bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” kata Agus.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Bancar, Yani Tri Astuti, mengatakan pihaknya akan terus mendampingi petani dalam pengelolaan dan pemanfaatan sistem irigasi tersebut.

Menurut Yani, ketersediaan air yang lebih terjamin memungkinkan petani menyusun pola tanam secara lebih baik, baik untuk komoditas padi maupun palawija.

“Dengan pengairan yang lebih stabil, petani bisa lebih leluasa menentukan masa tanam dan menjaga kualitas hasil panen,” ujarnya.

Keberadaan sumur irigasi perpompaan itu diharapkan tidak hanya membantu mengatasi persoalan kekeringan musiman, tetapi juga memperkuat posisi Dukuh Nglodo sebagai kawasan pertanian produktif di wilayah Kecamatan Bungkal, Ponorogo.(*)

(Muh. Nurcholis/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru