
Blitar, Jawa Timur – Di tengah deru pembangunan desa dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127, prajurit Satgas Kodim 0808/Blitar menyempatkan diri duduk bersila dan berdialog dengan tokoh agama Hindu di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Minggu (15/2/2026). Pertemuan berlangsung sederhana, tetapi sarat makna: memperkuat kerukunan dan menjaga harmoni sosial di tengah proses pembangunan.
Komunikasi sosial (komsos) itu menjadi bagian dari pendekatan teritorial TNI yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dengan masyarakat. Tokoh agama dinilai memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan ketenteraman lingkungan.
Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-127 Kodim 0808/Blitar, Kapten Inf Hendrik, bersama anggota satgas dan personel Polri, berdialog langsung dengan tokoh agama Hindu setempat. Dalam suasana akrab, mereka mendengarkan aspirasi masyarakat sekaligus bertukar pandangan tentang pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama.
“Komunikasi sosial ini merupakan bagian dari tugas kami untuk membangun kedekatan dengan masyarakat. Kami berharap hubungan antara TNI, Polri, dan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta situasi yang aman dan kondusif selama pelaksanaan TMMD,” kata Hendrik.
Selain membahas pembangunan desa, dialog tersebut juga menekankan pentingnya semangat gotong royong sebagai fondasi kehidupan masyarakat pedesaan. Bagi Satgas TMMD, keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya kepercayaan dan kebersamaan warga.
Ketua Pengurus Pura Arga Sunya Desa Krisik, Priyoko, menyambut baik kehadiran Satgas TMMD dan mengapresiasi kepedulian prajurit TNI terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Menurut dia, kehadiran TNI tidak hanya membantu percepatan pembangunan desa, tetapi juga memberikan rasa aman dan memperkuat persaudaraan antarwarga.
“Kami merasa diperhatikan. Kehadiran TNI bukan hanya membangun desa secara fisik, tetapi juga mempererat kebersamaan dan kerukunan masyarakat,” ujar Priyoko.
Program TMMD ke-127 di Desa Krisik merupakan bagian dari sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Melalui pembangunan infrastruktur dan pembinaan sosial, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sosial di tingkat desa.(*)
Editor: Sulaiman













