
Surabaya, Jawa Timur – Momentum Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Keluarga Besar Lembaga Penyakit Tropis (LPT) Universitas Airlangga (UNAIR) untuk memperkuat soliditas internal melalui kegiatan halal bihalal yang digelar pada Kamis (2/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Research, Innovation, and Community Development (RICD) Prof. Muhammad Miftahussurur, Direktur Direktorat Riset dan Inovasi Prof. Dr. Purwo Sri Rejeki, para guru besar, senior, ketua research group, staf LPT, serta undangan dari LIHTR dan PUI Stem Cell UNAIR.
Dalam suasana kebersamaan tersebut, halal bihalal tidak sekadar menjadi tradisi seremonial, tetapi juga ruang strategis untuk mempererat tali silaturahmi di tengah padatnya aktivitas riset dan akademik.
Ketua LPT UNAIR, dr. Priyo Budi Purwono, menegaskan bahwa momen Idulfitri menjadi kesempatan penting untuk saling memaafkan sekaligus memperkuat fondasi kelembagaan.
“Momentum ini kita gunakan untuk bersilaturahmi dan saling bermaaf-maafan. Para pimpinan pendahulu telah membangun LPT dengan sangat baik. Ke depan, kemajuan LPT tidak bisa dilepaskan dari kontribusi para senior dan seluruh staf,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran para senior dalam memberikan arahan strategis bagi pengembangan lembaga. Menurutnya, bimbingan dan masukan dari para pendahulu akan menjadi pijakan kuat dalam meningkatkan kinerja riset serta membawa LPT Unair semakin maju dan berdaya saing.
Sementara itu, Wakil Rektor RICD Prof. Muhammad Miftahussurur dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada seluruh civitas LPT.
Ia menilai LPT sebagai salah satu lembaga tertua di lingkungan RICD yang telah menunjukkan perkembangan signifikan berkat kontribusi para senior dan pimpinan sebelumnya.
“LPT harus terus memperkuat ekosistem riset, meningkatkan kolaborasi nasional dan internasional, serta menjadi pusat rujukan riset penyakit tropis yang berdampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun kolaborasi riset yang berdampak (impactful research) sebagai bagian dari kontribusi strategis perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan kesehatan nasional.
Senada dengan semangat tersebut, Sekretaris LPT UNAIR, Laura Navika Yamani, Ph.D, menyampaikan refleksi makna Idulfitri melalui pesan yang sarat nilai kemanusiaan.
Menurutnya, ucapan “mubarak” bukan sekadar kata, melainkan representasi doa tulus yang penuh kehangatan, kebaikan, dan harapan akan kehidupan yang lebih bermakna. “Dalam kesederhanaannya, kata itu membawa rasa syukur, kebaikan, dan keterhubungan antarsesama,” ungkapnya.
Halal bihalal ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi moral dan profesional bagi seluruh elemen LPT UNAIR untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas riset, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan institusi, bangsa, dan negara.(*)
Editor: Sulaiman







