
Aceh Tamiang, – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh menelusuri langsung dampak bencana yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengunjungi wilayah tersebut, Jumat (23/1/2026), untuk memastikan percepatan pemulihan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Kunjungan diawali di Markas Batalion Raider 111/Tualang Cut. Di hadapan taruna Akademi Militer dan Akademi Kepolisian, Tito menekankan pentingnya disiplin, kesiapsiagaan, dan sinergi antarlembaga dalam menghadapi situasi darurat, terutama di daerah rawan bencana.
Menurut Tito, penanganan bencana tidak hanya bertumpu pada kemampuan teknis, tetapi juga pada koordinasi lintas sektor dan kepekaan sosial aparat negara. Ia mengingatkan para taruna, sebagai calon pemimpin masa depan, untuk membangun ketangguhan mental serta kesiapan bekerja bersama masyarakat dalam situasi krisis.
Dari barak militer, rombongan melanjutkan agenda ke Kompleks Kantor Bupati Aceh Tamiang. Di lokasi tersebut, Mendagri menyerahkan Bantuan Presiden kepada pemerintah kabupaten setempat sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.
Bantuan yang disalurkan meliputi sembilan unit skid loader mini, 5.000 pasang sepatu bot, 3.000 unit gerobak dorong, serta masing-masing 1.000 unit sekop dan cangkul. Peralatan itu akan digunakan untuk membersihkan sisa lumpur, memulihkan lingkungan, serta mendukung normalisasi aktivitas warga.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap Aceh Tamiang. Ia berharap bantuan tersebut dapat segera dimanfaatkan secara optimal agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan pelayanan publik kembali normal.
“Pemulihan pascabencana membutuhkan kerja bersama. Dukungan pemerintah pusat sangat penting agar masyarakat bisa segera bangkit dan beraktivitas kembali,” ujar Fadhlullah.
Rangkaian kunjungan tersebut menegaskan komitmen pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memastikan pemulihan wilayah terdampak bencana dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis kebutuhan lapangan.(*)
(Zainal Abidin/Sulaiman)







