Banda Aceh, – Suasana Ramadhan dimanfaatkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh untuk memperkuat pembinaan kepribadian dan spiritual bagi warga binaan. Selain membagikan perlengkapan ibadah berupa baju koko dan peci, pihak lapas juga menggelar kegiatan buka puasa bersama Tim Safari Ramadhan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan pembinaan tersebut diawali dengan pembagian baju koko dan peci kepada sejumlah warga binaan. Program ini dilaksanakan oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Binadik) bersama jajaran pembinaan sebagai bagian dari upaya mendukung kegiatan ibadah serta pembinaan kerohanian di dalam lapas.
Kasi Binadik Lapas Banda Aceh mengatakan, perlengkapan ibadah tersebut diharapkan dapat menambah semangat warga binaan dalam mengikuti berbagai kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan, terutama selama bulan Ramadhan.
Dalam kesempatan itu, pihak lapas juga memberikan pengarahan kepada warga binaan agar tetap menjaga ketertiban dan keamanan selama menjalani masa pembinaan.
“Warga binaan kami dorong untuk mengikuti setiap program pembinaan yang telah disediakan. Hal itu menjadi bekal penting ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) bersama staf turut memastikan proses pembagian perlengkapan ibadah berjalan tertib dan tepat sasaran bagi warga binaan yang membutuhkan.
Pada hari yang sama, Lapas Banda Aceh juga menggelar buka puasa bersama Tim Safari Ramadhan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh. Kegiatan tersebut diikuti oleh pegawai lapas serta warga binaan pemasyarakatan.
Acara itu turut dihadiri Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Aceh yang mewakili Kepala Kantor Wilayah, serta sejumlah kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.
Kegiatan diawali dengan tausiyah Ramadhan yang disampaikan Ustadz Umar Ismail. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh peserta menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan, memperbaiki diri, dan mempererat kebersamaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Banda Aceh Edi Cahyono mengatakan, Safari Ramadhan menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi antarjajaran pemasyarakatan sekaligus memperdalam pembinaan spiritual bagi warga binaan.
“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat menumbuhkan semangat kebersamaan serta memberikan motivasi kepada warga binaan untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan,” kata Edi.
Ia menambahkan, pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan, agar warga binaan kelak dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa dalam suasana kebersamaan antara petugas pemasyarakatan dan warga binaan.(*)
(Zainal/Sulaiman)








