
Trenggalek, – Upaya mitigasi bencana di kawasan pegunungan Watulimo terus diperkuat melalui sinergi TNI dan pemerintah daerah. Pada Sabtu (29/11/2025), Koramil 0806-07/Watulimo bersama Pemerintah Kecamatan Watulimo dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Trenggalek menggelar aksi penghijauan di kawasan Bukit Jatuh, Desa Gemaharjo, salah satu zona rawan longsor.
Kegiatan difokuskan pada titik-titik dengan vegetasi menurun dan kontur tanah labil, sebagai langkah strategis memulihkan tutupan lahan sekaligus meningkatkan stabilitas tanah. Empat jenis bibit ditanam yaitu pucung, durian, alpukat, dan trembesi, dipilih karena memiliki akar kuat yang efektif menahan erosi dan memberi manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
Babinsa Gemaharjo, Serda Andik Setiawan, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari operasi pembinaan teritorial TNI.
“Penanaman pohon ini adalah langkah nyata TNI bersama pemerintah dalam mengantisipasi potensi tanah longsor di kawasan pegunungan Watulimo. Kami hadir untuk menjaga wilayah, tidak hanya dari aspek keamanan, tetapi juga dari ancaman bencana alam,” tegasnya.
Serda Andik menjelaskan bahwa beberapa titik perbukitan di Watulimo menunjukkan kerentanan akibat minimnya vegetasi, dan risiko longsor meningkat tajam setiap memasuki musim hujan. Karena itu, kerja sama lintas lembaga menjadi faktor penting untuk mempercepat rehabilitasi ekosistem rawan.
Dukungan penuh datang dari Pemerintah Kecamatan Watulimo dan jajaran PMD Trenggalek. Kepala Bidang Penataan dan Kerja Sama Desa PMD, Esti Ayu Nusworini, menilai kegiatan tanam pohon tidak hanya menambah ruang hijau, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Lingkungan yang sehat adalah benteng alami masyarakat terhadap ancaman bencana,” ujarnya.
Suasana pelaksanaan berlangsung guyub dan penuh semangat. Prajurit TNI, perangkat kecamatan, dan warga Desa Gemaharjo bergotong royong mulai dari persiapan lubang tanam hingga memastikan bibit berdiri tegak dan siap tumbuh. Kebersamaan ini mencerminkan spirit ketahanan wilayah yakni sinergi, kepedulian, dan kesiap-siagaan.
Pemerintah Kecamatan Watulimo telah menyiapkan tindak lanjut berupa pemantauan berkala pertumbuhan bibit, penambahan tanaman penahan erosi, serta pelibatan komunitas peduli lingkungan untuk perawatan berkelanjutan.
Aksi penghijauan Koramil 0806-07/Watulimo menunjukkan komitmen nyata TNI dalam memperkuat ketahanan wilayah melalui pendekatan ekologis. Dengan pengelolaan lingkungan yang konsisten, kawasan Bukit Jatuh diharapkan kembali hijau, kuat secara ekosistem, dan siap menghadapi potensi bencana tanah longsor ke depan.(*)
(Arwang/Sulaiman)







