Konsolidasi Nahdliyyin Airlangga, Wadek FISIP UNAIR Tekankan Urgensi Silaturahmi di Tengah Krisis Global

Surabaya, Jawa Timur – Konsolidasi internal Nahdliyyin Airlangga mengemuka dalam kegiatan Halal Bihalal Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Airlangga yang digelar di Aula Masjid Ulul Azmi, Kampus C, Surabaya, Sabtu (4/4/2026) malam. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kohesi sosial dan spiritual di tengah meningkatnya dinamika global.

Wakil Dekan II FISIP UNAIR, Safril A Mubah, dalam arahannya menegaskan bahwa silaturahmi memiliki nilai strategis dalam menjaga stabilitas, baik pada level individu, komunitas, maupun bangsa.

“Silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari kekuatan sosial yang menopang ketahanan masyarakat. Dalam situasi global yang tidak stabil, ini menjadi semakin penting,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kesabaran merupakan elemen kunci dalam merespons berbagai tekanan, termasuk eskalasi konflik geopolitik yang berpotensi berdampak luas. Tanpa pengendalian diri, menurut dia, kondisi global yang bergejolak dapat berkembang menjadi instabilitas yang lebih besar.

“Dunia saat ini berada dalam tekanan. Jika tidak disikapi dengan kesabaran dan kebijaksanaan, potensi kekacauan akan semakin terbuka,” kata Safril.

Dalam perspektif keagamaan, ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai seperti kesabaran, konsistensi dalam ibadah, serta kepedulian sosial melalui infak merupakan fondasi moral yang memperkuat daya tahan umat.

Momentum bulan Syawal, lanjutnya, harus dimanfaatkan sebagai fase konsolidasi sosial seperti memperbaiki hubungan yang renggang, memperkuat jaringan persaudaraan, serta membangun kembali kepercayaan di antara sesama.

“Ini adalah fase evaluasi dan rekonsolidasi. Yang renggang dirapatkan, yang retak diperbaiki. Silaturahmi adalah instrumen untuk menjaga kesinambungan itu,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua ISNU Airlangga, Abdulloh Machin, unsur mahasiswa dari berbagai organisasi, termasuk PMII Airlangga, serta sejumlah tokoh Nahdliyyin seperti Gus Ahmad Syauqi. Hadir pula salah satu pendiri KMNU UNAIR, Bustomi Menggugat.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana konsolidasi nilai dan penguatan jejaring di lingkungan civitas akademika. Dalam konteks yang lebih luas, konsolidasi tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial di tengah tantangan global yang kian kompleks dan dinamis.(*)

Editor: Sulaiman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *