Surabaya, Jawa Timur – Perjalanan Febrina Kusumawati di dunia pendidikan tidak dimulai dari ruang rapat birokrasi, melainkan dari ruang belajar sederhana sebagai pengajar privat. Bertahun-tahun kemudian, alumnus Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (UNAIR) itu kini mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, dengan tanggung jawab mengarahkan kebijakan dan masa depan pendidikan di kota tersebut.
Febrina mengatakan, ketertarikannya pada dunia pendidikan telah tumbuh sejak masa kuliah. Ia mulai mengajar privat dan bergabung dengan lembaga bimbingan belajar sebelum akhirnya melihat peluang untuk berkontribusi lebih luas melalui jalur pemerintahan.
“Sebelum lulus, saya sudah menjadi pengajar privat dan bergabung dengan bimbingan belajar. Setelah itu, saya melihat peluang di pemerintahan melalui rekrutmen pegawai negeri. Saya merasa teknologi digital bisa menjadi alat penting untuk mendukung kemajuan pendidikan,” ujarnya di Surabaya, Selasa (24/2/2026).
Karier Febrina di pemerintahan dimulai sebagai staf di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya. Seiring waktu, ia dipercaya mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari kepala bidang, sekretaris Bappeda, hingga menjabat Kepala Bappeda selama dua tahun.
Pengalaman tersebut memperkaya perspektifnya dalam memahami tata kelola pembangunan daerah, termasuk sektor pendidikan. Ia juga sempat bertugas di Badan Pendapatan Daerah serta Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan, dengan fokus pada penguatan koperasi dan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah.
“Saya mengikuti proses seleksi terbuka dan mendapat kesempatan mengemban berbagai amanah. Setiap penugasan memberikan pembelajaran penting, terutama dalam memahami kebutuhan masyarakat dan tata kelola pemerintahan,” katanya.
Sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Febrina menempatkan peningkatan mutu pendidikan sebagai prioritas utama. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan fasilitas sekolah, perluasan akses pendidikan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran.
Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Surabaya juga menjalankan berbagai program pembinaan karakter dan penguatan akademik, seperti program tahfidz dan kegiatan belajar kolaboratif.
“Kami berupaya meningkatkan fasilitas dan memperluas akses pendidikan, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital agar sistem pendidikan semakin adaptif dan inklusif,” ujar Febrina.
Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga guru, orang tua, perguruan tinggi, dan masyarakat.
“Kolaborasi menjadi kunci. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan. Semua pihak perlu terlibat untuk mendukung perkembangan anak,” katanya.
Febrina juga mengajak para pendidik untuk menjalankan tugas dengan komitmen dan ketulusan, mengingat pendidikan merupakan fondasi masa depan bangsa.
“Kita mendidik generasi penerus bangsa. Karena itu, penting untuk bekerja dengan hati, saling mendukung, dan terus berkolaborasi demi kemajuan pendidikan,” ujarnya.
Dengan pengalaman lintas sektor dan komitmen pada inovasi, Febrina berharap sistem pendidikan di Surabaya terus berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.(*)
(khefti/sulaiman)













