Hijaukan Pelemgadung, Warga Sidikan Sambut TMMD dengan Gotong Royong

Sragen, Jawa Tengah – Menjelang pelaksanaan program penghijauan dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen, warga Dukuh Sidikan, Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, menunjukkan antusiasme tinggi. Rabu (13/5/2026), mereka tampak bergotong royong menyiapkan lokasi kegiatan yang akan menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan di desa tersebut.

Di bawah terik matahari, warga membersihkan lahan, menata area yang akan digunakan untuk apel pembukaan, serta menyiapkan kebutuhan sederhana bagi para prajurit TNI yang akan bertugas. Suasana kebersamaan terasa kuat. Bagi warga, kehadiran TNI bukan sekadar membawa program pembangunan, melainkan juga menghadirkan semangat baru bagi desa.

Ketua RT 17 Dukuh Sidikan, Sugino (49), mengatakan, masyarakat merasa bangga karena desanya dipilih sebagai salah satu lokasi kegiatan TMMD tahun ini. Menurut dia, program tersebut memberi harapan bagi terwujudnya lingkungan yang lebih hijau sekaligus mempererat hubungan antara warga dan TNI.

“Kami senang sekali desa kami mendapat kesempatan ini. Persiapan yang kami lakukan mungkin sederhana, tetapi kami ingin menyambut bapak-bapak TNI seperti keluarga sendiri,” ujar Sugino.

Hal serupa disampaikan Joko Paito (54), warga yang ikut menyiapkan konsumsi dari hasil panen kebun sendiri. Singkong dan berbagai palawija diolah secara sederhana sebagai bentuk penghormatan kepada para prajurit.

“Kami ingin mereka merasa nyaman selama di sini. Program penghijauan ini sudah lama kami nantikan karena akan membuat desa kami lebih asri dan bermanfaat bagi generasi mendatang,” katanya.

Program penghijauan di Desa Pelemgadung menjadi bagian dari rangkaian kegiatan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen. Selain bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan dapat mencegah erosi, menjaga cadangan air tanah, dan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat alam.

Lebih dari sekadar penanaman pohon, kegiatan ini mencerminkan semangat gotong royong yang tetap hidup di tengah masyarakat pedesaan. Melalui kerja bersama antara TNI dan warga, TMMD diharapkan meninggalkan warisan yang tak hanya berupa pepohonan yang tumbuh rindang, tetapi juga hubungan sosial yang semakin erat.

Di Dukuh Sidikan, penghijauan dimaknai sebagai ikhtiar bersama untuk menjaga bumi sekaligus meneguhkan keyakinan bahwa pembangunan yang berakar pada kebersamaan akan tumbuh lebih kuat dan berumur panjang.(*)

(Agus Kemplu/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *