Hadiri Forum Investor, Ketum APKLI MP: Ekonomi Rakyat Kecil Kunci Ketahanan Nasional

Jakarta, DKI Jakarta – Ketahanan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi dan kekuatan korporasi. Di tengah agenda transformasi ekonomi Indonesia, sektor usaha kecil, mikro, dan pedagang kaki lima (UKM PKL) dinilai tetap menjadi salah satu fondasi penting yang menentukan daya tahan ekonomi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, dan Pedagang Kaki Lima Merah Putih (APKLI MP), dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed, saat menghadiri Investor Daily Summit (IDS) 2026 bertema “Indonesia’s Economic Model” di Raffles Hotel, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Di tengah forum yang mempertemukan para pelaku investasi dan dunia usaha tersebut, Ali mengingatkan agar transformasi ekonomi nasional yang sedang didorong pemerintah tidak berhenti pada sektor usaha berskala besar.

Menurut dia, ekonomi rakyat di tingkat akar rumput harus ditempatkan sebagai bagian integral dari pembaruan model dan tata kelola ekonomi Indonesia, termasuk dalam arah investasi strategis yang dikelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

“Danantara sebagai pengelola investasi strategis harus mampu menjangkau hingga ke ekonomi akar rumput, dirasakan pelaku UKM PKL di negeri ini. Karena ekonomi rakyat kecil adalah tulang punggung yang menjaga ketahanan ekonomi nasional di saat krisis, dan gantungan isi perut ratusan juta penduduk sehingga keterlibatan sektor ini wajib menjadi bagian utama dari pembaharuan model dan tata kelola ekonomi Indonesia melalui keberadaan Danantara,” ujar Ali Mahsun, dokter ahli kekebalan tubuh di sela forum tersebut.

Ali menilai keberadaan ekonomi rakyat kecil memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar aktivitas perdagangan dan usaha.

Sektor UKM PKL, menurut dia, berkaitan langsung dengan keberlangsungan kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena itu, penguatan ekonomi akar rumput juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi nasional, terutama ketika Indonesia menghadapi tekanan ekonomi maupun krisis.

Ia mendorong agar keberadaan Danantara tidak hanya menghasilkan manfaat pada tingkat investasi strategis, tetapi juga menciptakan efek berantai yang dapat dirasakan pelaku usaha kecil dan mikro di berbagai daerah.

Menurut APKLI MP, integrasi ekonomi rakyat ke dalam kebijakan investasi nasional menjadi penting untuk membangun basis ekonomi masyarakat yang lebih kuat sekaligus mempersiapkan Indonesia menghadapi bonus demografi 2030 dan target Indonesia maju 2045.

APKLI MP bahkan mendorong lahirnya 100 juta ekonomi rakyat yang unggul sebagai salah satu prasyarat untuk memanfaatkan momentum bonus demografi dan memperkuat fondasi ekonomi nasional menuju 2045.

Pandangan mengenai pentingnya keterlibatan seluruh elemen ekonomi juga disampaikan Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria.

Dony menegaskan bahwa Danantara tidak dirancang hanya untuk bergerak dalam lingkup ekosistem BUMN.

“Danantara tidak akan memberikan kontribusi maksimal apabila hanya mengandalkan ekosistem BUMN. Keterlibatan seluruh dunia usaha dan elemen ekonomi menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda ekonomi nasional,” kata Dony.

Pernyataan tersebut memperkuat gagasan bahwa transformasi ekonomi nasional membutuhkan keterlibatan berbagai lapisan dunia usaha, termasuk sektor ekonomi rakyat yang selama ini menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Bagi APKLI MP, ruang keterlibatan tersebut perlu diterjemahkan dalam bentuk kebijakan dan skema investasi yang memungkinkan pelaku UKM PKL memperoleh akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, fasilitas usaha, teknologi, kemitraan, serta pasar.

Kehadiran APKLI Merah Putih dalam IDS 2026 sekaligus menjadi momentum untuk menyuarakan kepentingan pelaku usaha kecil, mikro, dan pedagang kaki lima di tengah pembahasan mengenai model ekonomi Indonesia.

Para pelaku UKM PKL berharap arah investasi dan kebijakan ekonomi nasional dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi sektor informal untuk berkembang dan naik kelas.

Mereka juga berharap akses pembiayaan dan fasilitas usaha produktif dapat dibuka secara lebih luas sehingga sektor ekonomi rakyat tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi menjadi bagian dari kekuatan ekonomi nasional.

“Melalui kehadiran APKLI Merah Putih di IDS 2026, para pelaku usaha kecil, mikro, dan pedagang kaki lima berharap mendapat alokasi investasi dan kebijakan ekonomi untuk memperkuat daya saing sektor informal, mendorong usaha UKM PKL naik kelas,dan mrndapatkan akses pembiayaan dan fasilitas usaha produktif yang lebih terbuka, lebih besar dan luas,” pungkas mantan Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI dan Sekretaris Lembaga Sosial Mabarot PBNU.

Dengan demikian, pembaruan model ekonomi Indonesia tidak hanya berbicara mengenai bagaimana menarik investasi besar, tetapi juga bagaimana memastikan pertumbuhan ekonomi memiliki daya jangkau hingga lapisan masyarakat paling bawah.

Bagi APKLI MP, ketika ekonomi akar rumput semakin kuat, daya tahan ekonomi nasional pun akan semakin kokoh menghadapi berbagai tekanan sekaligus membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi dan mencapai visi Indonesia maju 2045.(*)

Editor: Sulaiman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru