
Boyolali, Jawa Tengah – Semangat gotong royong kembali terasa kuat di Dukuh Sidorejo, Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Warga bersama prajurit TNI bekerja bahu-membahu membangun talud yang akan memperkuat infrastruktur jalan desa, Minggu (22/2/2026).
Sejak pagi, warga berdatangan untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan. Batu-batu diangkut secara estafet dari satu titik ke titik lain, sementara sebagian warga lainnya membantu menyiapkan penahan cor sebagai pondasi awal. Keterlibatan masyarakat dari berbagai usia menunjukkan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam kehidupan desa.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 yang dilaksanakan Kodim 0724/Boyolali. Program ini bertujuan memperkuat infrastruktur desa, khususnya akses jalan, guna mendukung mobilitas dan aktivitas masyarakat.
Komandan Kodim 0724/Boyolali Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro melalui Danramil 06/Cepogo Kapten Inf Daryowantoro mengatakan, keterlibatan warga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan.
“Kerja sama ini bukan hanya tentang membangun talud, tetapi juga membangun kebersamaan dan kepedulian terhadap kemajuan desa. Semangat gotong royong masyarakat menjadi energi utama dalam mendukung pembangunan,” ujarnya.
Menurut dia, pembangunan talud ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan ketahanan struktur jalan desa, terutama di wilayah yang rawan longsor atau kerusakan. Infrastruktur yang lebih kuat akan membantu memperlancar aktivitas warga, termasuk kegiatan ekonomi dan sosial sehari-hari.
Program TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat. Melalui kerja bersama, warga diharapkan semakin memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.
Di Desa Mliwis, pembangunan talud menjadi lebih dari sekadar proyek infrastruktur. Ia menjadi bukti bahwa gotong royong masih hidup, menghubungkan warga dan prajurit dalam satu tujuan yang sama, membangun desa yang lebih kuat dan berkelanjutan.(*)
(Agus Kemplu/Sulaiman)







