Di Ujung Asmat, Prajurit Mengajar: Anak-anak Kampung Mabul Belajar Membaca dan Bermimpi

Edukasi82 Views

Asmat, Papua Selatan – Di tengah keterbatasan akses pendidikan di pedalaman Papua Selatan, prajurit TNI mengambil peran yang tak biasa: menjadi pengajar bagi anak-anak di Kampung Mabul, Distrik Koroway, Kabupaten Asmat. Selasa (14/4/2026), Satuan Tugas (Satgas) Yonif 123/Rajawali Pos Koroway menggelar kegiatan belajar bersama yang sederhana, namun sarat makna.

Di sebuah pos penjagaan yang disulap menjadi ruang belajar, anak-anak tampak antusias mengikuti pelajaran membaca, menulis, berhitung, dan bernyanyi. Dengan metode yang komunikatif dan menyenangkan, para prajurit mengenalkan huruf, angka, dan lagu-lagu sederhana untuk menumbuhkan minat belajar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pendidikan dasar di wilayah terpencil yang masih terbatas jangkauan layanan formalnya. Bagi anak-anak Kampung Mabul, kehadiran para prajurit bukan hanya membawa rasa aman, tetapi juga membuka pintu pengetahuan.

Komandan Pos Koroway, Lettu Inf Mahyaruddin Salim, mengatakan kegiatan belajar tersebut akan dilaksanakan secara rutin setiap hari. Selain mengajar, prajurit juga membagikan buku tulis, alat tulis, serta makanan ringan kepada anak-anak.

“Anak-anak di sini memiliki semangat belajar yang tinggi. Kami hanya berusaha mendampingi dan memberikan ruang agar mereka bisa berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Satgas Yonif 123/Rajawali, Letkol Inf Anhar Agil Gunawan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.

“Kami ingin anak-anak di Kampung Mabul tetap memiliki harapan dan semangat untuk belajar. Pendidikan adalah jalan penting untuk masa depan mereka,” kata Anhar dalam keterangan tertulis.

Menurut dia, kegiatan belajar bersama ini tidak hanya meningkatkan kemampuan dasar anak-anak, tetapi juga mempererat hubungan antara prajurit dan masyarakat setempat. Program tersebut menjadi salah satu fokus pembinaan teritorial Satgas di bidang pendidikan dan penguatan mental masyarakat.

Di Kampung Mabul, di antara hutan dan keterisolasian, proses belajar itu mungkin tampak sederhana. Namun, dari sanalah harapan tentang masa depan perlahan tumbuh, dari huruf-huruf yang dirangkai, angka-angka yang dihitung, dan lagu-lagu yang dinyanyikan bersama. (*)

(Jhonni/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *