Di Tengah Kota yang Kian Individualistis, Gotong Royong di Goa Maria Ini Jadi Pemandangan Langka

Blitar, Jawa Timur – Di tengah kehidupan perkotaan yang semakin sibuk dan cenderung individualistis, pemandangan berbeda terlihat di kawasan wisata rohani Goa Maria Sendang Rejo, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Kamis (14/5/2026).

Sejumlah warga bersama anggota Koramil 0808/01 Sukorejo bergotong royong membersihkan kawasan Goa Maria yang selama ini menjadi tempat ibadah dan ruang refleksi bagi masyarakat. Mereka menyapu jalan setapak, memangkas rumput liar, membersihkan saluran air, hingga mengangkut sampah di sekitar area wisata rohani tersebut.

Kegiatan kerja bakti itu dipimpin Babinsa Ngadirejo, Sertu M Nurhasan. Menurut dia, kegiatan sederhana semacam itu menjadi penting di tengah mulai pudarnya budaya kepedulian sosial di lingkungan perkotaan.

“Gotong royong jangan sampai hilang. Lingkungan yang bersih dan nyaman tidak bisa tercipta kalau masyarakat berjalan sendiri-sendiri,” ujar Nurhasan di sela kegiatan.

Ia menilai, kawasan Goa Maria Sendang Rejo bukan hanya fasilitas umum biasa, melainkan ruang spiritual yang harus dijaga bersama. Terlebih, lokasi tersebut cukup sering dikunjungi warga untuk beribadah maupun berwisata religi.

Karena itu, keterlibatan warga dalam merawat lingkungan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan kawasan tersebut.

Selama kerja bakti berlangsung, suasana kebersamaan tampak terasa kuat. Warga dan personel TNI bekerja tanpa sekat. Sebagian membersihkan sampah, sementara yang lain merapikan tanaman dan area sekitar lokasi.

Bagi warga setempat, kegiatan itu bukan semata soal kebersihan, tetapi juga menjadi ruang sosial yang mulai jarang ditemukan di tengah kehidupan modern.

“Sekarang orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Jadi kerja bakti seperti ini terasa berbeda karena warga bisa kumpul dan peduli bersama,” ujar salah seorang warga.

Warga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin, bukan hanya untuk menjaga kebersihan Goa Maria Sendang Rejo, tetapi juga untuk merawat kembali budaya gotong royong yang perlahan mulai memudar di tengah masyarakat perkotaan.(*)

Editor: Sulaiman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *