Dari Maqbaroh Syaichona Cholil, ISNU Jatim Doakan PBNU dan Tekankan Hal Ini

Bangkalan, Jawa Timur – Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur mendoakan jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dari Maqbaroh Syaichona Cholil Bangkalan, Senin (5/10/2026).

Doa tersebut menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi dan konsolidasi organisasi PW ISNU Jawa Timur di Kabupaten Bangkalan yang diawali dengan dzikir dan istighosah.

Namun, kegiatan tersebut tidak berhenti pada doa. Dari Bangkalan, muncul pula penekanan mengenai pentingnya amanah, fathonah, siddiq, serta perjuangan tanpa pamrih dalam menjalankan khidmah di Nahdlatul Ulama.

Wakil Ketua PW ISNU Jawa Timur, KH dr Hamid Nawawi Sp.A., mengatakan istighosah digelar sebagai ikhtiar batin untuk mendoakan PBNU agar mampu menjalankan amanah organisasi dengan sebaik-baiknya.

“Istighosah ini bertujuan untuk mendoakan PBNU dalam masa khidmat ini. Semoga beliau-beliau bisa mengemban amanah dan mengembangkan organisasi dengan kecakapan atau fathonah,” kata Hamid dalam keterangannya pada media ini, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kediaman KH dr Hamid Nawawi tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus PC ISNU Bangkalan serta warga.

Menurut Hamid, amanah dan fathonah tidak dapat dipisahkan dari sikap siddiq dan komitmen untuk menegakkan kebenaran. Ia juga menekankan pentingnya amar makruf nahi mungkar sebagai bagian dari perjuangan dalam berkhidmah di NU.

Pesan tersebut juga diarahkan pada pentingnya ketulusan dalam menjalankan amanah organisasi.

“Semoga pengurus PBNU yang sekarang ini berjuang tanpa pamrih. Untuk NU, kita berjuang saklawase, tapi ketika menjadi pengurus PBNU jangan sak cukupe, tetapi berjuang tanpa pamrih,” ujarnya.

Setelah dzikir dan istighosah, rombongan kemudian menuju Maqbaroh Syaichona Cholil Bangkalan.

Di tempat tersebut, rombongan melaksanakan Shalat Isya dan dilanjutkan dengan doa bersama.

Pemilihan Maqbaroh Syaichona Cholil sebagai salah satu rangkaian kegiatan memiliki makna tersendiri. Syaichona Muhammad Cholil Bangkalan merupakan salah satu ulama penting dalam mata rantai keilmuan yang memiliki hubungan erat dengan sejarah lahir dan berkembangnya Nahdlatul Ulama.

Dari Bangkalan, tradisi keilmuan tersebut terus dirawat dan diwariskan melalui berbagai generasi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Lajnah Turots Ilmi Syaichona Muhammad Cholil.

Di lokasi tersebut, para pengurus ISNU melihat secara langsung sejumlah karya tulis peninggalan Syaichona Cholil, termasuk membaca beberapa manuskrip dan kitab yang menjadi bagian dari warisan intelektual ulama Bangkalan tersebut.

Lajnah Turots Ilmi merupakan lembaga yang berfokus pada penelusuran, penyelamatan, penelitian, publikasi, hingga digitalisasi manuskrip atau karya tulis kuno berupa kitab karya para ulama terdahulu.

Keberadaan lembaga tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga warisan keilmuan ulama agar tetap dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.

Dalam kunjungan itu, PC ISNU Bangkalan juga menyerahkan sejumlah kitab karya tulis Syaichona Cholil kepada PW ISNU Jawa Timur.

Penyerahan tersebut menjadi simbol penguatan hubungan keilmuan sekaligus ikhtiar bersama dalam menjaga warisan intelektual ulama.

Gus Afif: Doa untuk PBNU dan seluruh kader ISNU

Sementara itu, Plt Ketua ISNU Jawa Timur, Prof. M. Afif Hasbullah, mengatakan doa yang dipanjatkan dalam istighosah tersebut tidak hanya ditujukan kepada jajaran PBNU.

Doa juga ditujukan bagi seluruh pengurus dan kader ISNU agar diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas serta pengabdian melalui organisasi sarjana NU.

“Kita berdoa agar perjalanan teman-teman, para guru, dan para senior yang sedang menjabat sebagai PBNU diberikan kelancaran, amanah, dan tanggung jawab yang bisa diemban dengan sebaik-baiknya oleh beliau semuanya,” kata Gus Afif.

Ia mengatakan, para pengurus dan kader ISNU juga membutuhkan doa agar berbagai agenda organisasi dan pengabdian kepada umat dapat berjalan dengan baik.

“Kita hari ini berdoa dengan bertawasul kepada muassis Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, Mbah Kholil Bangkalan, KHM Hasyim Asy’ari, KHA Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri, KH As’ad Syamsul Arifin, dan seluruh kiai-kiai, agar semua hajat kita, baik untuk organisasi Jam’iyyah Nahdlatul Ulama maupun hajat-hajat yang kita bawa dalam doa, diberikan ijabah oleh Allah SWT,” ujarnya.

Bagi Gus Afif, kegiatan di Bangkalan sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi antarpengurus.

Ia berharap pertemuan tersebut menjadi energi positif bagi PW ISNU Jawa Timur dan seluruh PC ISNU dalam menjalankan berbagai agenda keumatan ke depan.

Rangkaian kegiatan di Bangkalan pun menjadi perpaduan antara doa, silaturahmi, konsolidasi, dan upaya merawat warisan intelektual ulama. Di tengah rangkaian tersebut, pesan tentang amanah dan perjuangan tanpa pamrih menjadi salah satu penekanan penting yang disampaikan untuk menjaga marwah pengabdian di lingkungan Nahdlatul Ulama.(*)

Editor: Sulaiman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *