
Bangkalan, Jawa Timur – Dari sebuah ruang pertemuan di Bangkalan, sekitar 100 peserta dari berbagai latar belakang diajak mengubah gagasan menjadi tulisan yang layak hadir di ruang publik. Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Cabang Bangkalan bersama RSIA Hikmah Sawi Bangkalan menggelar pelatihan kepenulisan bertajuk “Write to Publish: Dari Ide Menjadi Artikel yang Layak Tayang”, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama empat jam di Ruang Pertemuan RSIA Hikmah Sawi tersebut mempertemukan akademisi, mahasiswa, profesional, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum. Mereka tidak hanya belajar teknik menulis, tetapi juga dilatih menemukan persoalan di sekitar, mempertajam sudut pandang, mengolah fakta, hingga mengembangkan gagasan menjadi artikel yang berpeluang dimuat media massa.
Kolaborasi IKA UNAIR Cabang Bangkalan dan RSIA Hikmah Sawi menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. RSIA Hikmah Sawi tidak hanya menyediakan tempat, tetapi juga mendukung berbagai kebutuhan pelatihan, mulai dari fasilitas dan peralatan hingga konsumsi peserta.
Dukungan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa institusi pelayanan kesehatan dapat mengambil peran lebih luas dalam pengembangan kapasitas masyarakat. Literasi dan kepenulisan menjadi salah satu ruang untuk mendorong masyarakat agar mampu mengolah informasi, menyampaikan gagasan, serta berkontribusi dalam percakapan publik secara bertanggung jawab.
Ketua Panitia, Masturah, mengatakan antusiasme peserta menunjukkan adanya kebutuhan terhadap ruang belajar kepenulisan di Bangkalan. Karena itu, pelatihan dirancang dengan pendekatan praktik agar peserta tidak berhenti pada pemahaman teori.

Peserta diarahkan untuk membawa pulang gagasan yang dapat dikembangkan menjadi artikel utuh dan berpeluang dipublikasikan.
Dua praktisi media dihadirkan sebagai narasumber, yakni Bustomi, S.Hub.Int., M.IP, Direktur Institute for Strategic and Political Studies (INTRAPOLS), penulis aktif di berbagai media massa sekaligus pengurus LTN PWNU Jawa Timur, serta Mohammad Tojjib, S.S., M.Hum, mantan General Manager Jawa Pos Radar Madura yang kini menjabat Direktur Utama Madura Indepth.
Pada sesi pertama, Bustomi mengajak peserta mengubah cara pandang terhadap proses menulis. Menurutnya, tulisan yang kuat tidak semata-mata lahir dari kemampuan merangkai kata, tetapi dari kemampuan membaca realitas dan menemukan persoalan yang memiliki nilai untuk dibicarakan kepada publik.
Peserta kemudian diajak menggali ide dari berbagai hal yang berada di sekitar mereka, mulai dari peristiwa, data, pengalaman, kontradiksi, hingga perubahan sosial yang sering luput dari perhatian.
Dari proses tersebut, peserta belajar mempertajam gagasan melalui empat unsur sederhana mulai dari ide, angle, evidence, dan story.

Sebuah ide, dalam proses tersebut, perlu memiliki sudut pandang yang jelas, diperkuat fakta atau bukti yang dapat diverifikasi, kemudian disusun menjadi cerita yang mudah dipahami pembaca.
Pelatihan pun berlangsung interaktif. Peserta saling menguji gagasan, mendiskusikan sudut pandang, dan mencoba melihat satu persoalan dari perspektif yang berbeda.
Dari sesi tersebut, Dra. Siti Aminah, M.Pd. dari Muslimat NU Bangkalan terpilih sebagai peserta dengan kategori Best Idea karena dinilai mampu menemukan dan merumuskan gagasan yang kuat.
Sementara itu, sesi kedua yang dibawakan Mohammad Tojjib membawa peserta masuk lebih jauh ke praktik penulisan artikel media massa. Peserta mempelajari cara membuat judul yang menarik, menyusun lead yang mampu mempertahankan perhatian pembaca, serta membuat outline agar tulisan memiliki alur yang logis.
Tojjib juga menekankan pentingnya proses penyuntingan. Menurutnya, menulis bukan pekerjaan sekali jadi. Sebuah tulisan perlu direncanakan, dituangkan dalam draf, kemudian diperiksa dan diperbaiki sebelum dipublikasikan.

Praktik peserta menghasilkan sejumlah karya yang kemudian mendapat apresiasi. Habiburokhman dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga meraih penghargaan Best Title and Headline Article.
Sementara Kolonel CPM Moh. Sawi, yang baru mendapat amanah sebagai Brigjen TNI, meraih penghargaan Outline Terbaik melalui kerangka artikel yang mengangkat persoalan memudarnya rasa keadilan dalam praktik hukum di era kekinian.
Di luar teknik menulis, peserta juga mendapat penekanan mengenai pentingnya akurasi dan tanggung jawab dalam menghasilkan tulisan. Mereka diajak membedakan fakta, interpretasi, dan opini serta melakukan verifikasi terhadap sumber, angka, dokumen, waktu, dan konteks sebelum sebuah informasi dipublikasikan.
Dengan demikian, kemampuan menulis tidak hanya dipandang sebagai keterampilan menghasilkan teks, tetapi juga sebagai kemampuan mengolah realitas dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab kepada publik.
Sebagai tindak lanjut pelatihan, seluruh peserta diberikan waktu satu minggu untuk menyelesaikan artikel utuh. Naskah yang terkumpul selanjutnya akan diseleksi untuk menentukan artikel terbaik yang dinilai layak dipublikasikan di media massa.
Ketua IKA UNAIR Cabang Bangkalan, dr. Raudatul Hikmah, MM., Sp.OG., Subsp.F.E.R., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen IKA UNAIR untuk memperluas budaya literasi sekaligus mendorong alumni agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui karya dan gagasan.

Kolaborasi dengan RSIA Hikmah Sawi menjadi bagian dari upaya tersebut. Rumah sakit tidak hanya hadir sebagai institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga ikut mendukung kegiatan edukatif yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat.
Bagi IKA UNAIR Cabang Bangkalan dan RSIA Hikmah Sawi, ruang belajar seperti ini penting karena gagasan yang baik tidak cukup hanya dipikirkan. Gagasan perlu dirumuskan, diuji dengan fakta, ditulis dengan baik, dan kemudian dibawa ke ruang publik agar dapat dibaca serta didiskusikan lebih luas.(*)
(Abdul Muis/Jafar G)









