
Surakarta, Jawa Tengah – Peran Babinsa sebagai ujung tombak kewilayahan kembali ditunjukkan jajaran Kodim 0735/Surakarta melalui sejumlah kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dalam dua hari, para Babinsa di sejumlah wilayah Kota Surakarta terlibat dalam penguatan kesehatan masyarakat, pendampingan ketahanan pangan hingga mitigasi potensi bencana di lingkungan permukiman.
Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung di wilayah Kecamatan Jebres, Serengan dan Banjarsari pada Selasa (6/10/2026) hingga hari ini, Rabu (7/10/2026). Aktivitas itu sekaligus mencerminkan pendekatan kewilayahan TNI yang menempatkan kehadiran aparat teritorial sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat dari berbagai aspek.
Di Kecamatan Jebres, Babinsa Kelurahan Kepatihan Wetan dan Kepatihan Kulon Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Sertu Budiono mendampingi pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis melalui program Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC) yang digelar Puskesmas Purwodiningratan di Pendopo Kelurahan Kepatihan Wetan, Jalan Sutan Syahrir No. 26, Selasa (6/10/2026).
Program ACF merupakan langkah aktif untuk menemukan kasus TBC sedini mungkin sehingga penanganan dapat segera dilakukan sekaligus menekan risiko penularan di tengah masyarakat.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu kelancaran pelayanan sekaligus memastikan masyarakat dapat mengikuti proses pemeriksaan dengan aman dan nyaman.
“Pendampingan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan tenaga kesehatan dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Kami berharap kehadiran Babinsa dapat membantu kelancaran kegiatan ini serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalani pemeriksaan kesehatan,” ujar Sertu Budiono.
Antusiasme warga mengikuti skrining menjadi indikator penting bahwa kesadaran terhadap pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini semakin tumbuh di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, di wilayah Kecamatan Serengan, Babinsa Danukusuman Koramil 03/Serengan Sertu Tito memilih turun langsung ke lahan pertanian untuk mendampingi petani. Kegiatan berlangsung di lahan pertanian Tanggul RT 03/RW 14, Kelurahan Danukusuman, Selasa (6/10/2026).
Pendampingan dilakukan saat petani melaksanakan panen padi sekaligus merawat tanaman cabai. Bersama petugas taman korve dan kelompok tani, Sertu Tito ikut melakukan sejumlah pekerjaan di lahan, termasuk membersihkan gulma dan mengecek pertumbuhan tanaman guna mengantisipasi gangguan hama.
Menurutnya, pendampingan pertanian merupakan bagian dari tugas kewilayahan Babinsa untuk membantu masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan.

“Ini sudah menjadi tugas kami sebagai aparatur kewilayahan. Kehadiran kami di tengah petani merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Kami ingin memastikan petani semangat dan hasil pertaniannya maksimal demi ketahanan pangan,” kata Sertu Tito.
Pemanfaatan lahan di bantaran tanggul untuk tanaman padi dan palawija juga menjadi contoh bagaimana lahan yang sebelumnya berpotensi tidak produktif dapat dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat.
Berbeda dengan dua kegiatan tersebut, jajaran Babinsa di Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, bergerak pada aspek mitigasi lingkungan. Babinsa Kelurahan Banyuanyar Koramil 02/Banjarsari, Serka Yudha dan Sertu Daryono, bersama Satlinmas serta warga melaksanakan kerja bakti memangkas ranting pohon mangga di RT 02/RW 09, Rabu (7/10/2026).
Pemangkasan dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim penghujan. Pohon yang tumbuh lebat dan menjulang tinggi dinilai berpotensi menimbulkan gangguan apabila terjadi hujan disertai angin kencang. Selain risiko ranting patah dan pohon tumbang, kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu arus lalu lintas serta jaringan listrik di sekitar permukiman.
“Kegiatan pemangkasan ini untuk mencegah pohon yang tumbuh terlalu lebat agar tidak mengganggu arus lalu lintas serta menghindari potensi bahaya di musim hujan, seperti ranting patah atau pohon tumbang,” ujar Serka Yudha.
Gotong royong dilakukan secara bersama-sama. Warga turut membantu menggunakan peralatan pemangkas dan gergaji, kemudian membersihkan serta mengangkut ranting yang telah dipotong agar lingkungan kembali tertata.
Tiga kegiatan tersebut memperlihatkan pola kerja Babinsa yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga menyentuh persoalan konkret yang dihadapi masyarakat sehari-hari.
Mulai dari mendukung deteksi dini penyakit menular, membantu produktivitas petani hingga mencegah potensi kecelakaan akibat kondisi lingkungan, Babinsa hadir bersama masyarakat dan unsur terkait untuk menyelesaikan persoalan di tingkat kewilayahan.
Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat komunikasi sosial antara aparat teritorial dan masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah warga diharapkan tidak hanya membantu menyelesaikan persoalan yang muncul, tetapi juga membangun kesadaran bersama agar masyarakat semakin mampu menjaga kesehatan, memanfaatkan potensi wilayah dan mengantisipasi berbagai risiko lingkungan.(*)
(Arda72/Sulaiman)







