Tanam 100 Pohon Pepaya, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Diwek Sambut Hari Santri

Jombang, Jawa Timur – Momentum Hari Santri Nasional (HSN) 2026 disambut Majelis Alumni IPNU-IPPNU Kecamatan Diwek dengan menggelar gerakan menanam 100 pohon pepaya, Selasa (20/10). Kegiatan ini berlangsung di area kebun Masjid Nurul Falah Pabrik Gula Cukir.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh anggota Majelis Alumni IPNU-IPPNU Kecamatan Diwek, para undangan, serta kader IPNU-IPPNU yang masih aktif. Acara sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengembangkan potensi pemanfaatan lahan produktif.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman pohon secara simbolis oleh HM. Yunus, Penasehat Pagar Nusa dan Bidang Pertanian PCNU Jombang. Penanaman simbolis ini menjadi penanda dimulainya gerakan penghijauan yang diharapkan memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat.

Ketua Majelis Alumni IPNU-IPPNU Kecamatan Diwek, Sudiyono, berharap seluruh peserta menjadikan momentum Hari Santri Nasional sebagai kesempatan untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian santri dan alumni kepada agama, bangsa, dan masyarakat.

“Gerakan menanam 100 pohon pepaya ini bukan sekadar kegiatan seremonial, lebih dari itu, kegiatan ini mengandung pesan penting tentang perlunya membangun kesadaran lingkungan dan mengembangkan budaya produktif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pemilihan pohon pepaya, lanjutnya, juga memiliki nilai kemanfaatan. “Selain dapat menghijaukan lingkungan, tanaman pepaya berpotensi menghasilkan buah yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun dikembangkan sebagai sumber ekonomi produktif,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, diakuinya Majelis Alumni IPNU-IPPNU Kecamatan Diwek ingin menunjukkan bahwa semangat kesantrian dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk pengabdian. ” Santri dan alumni tidak hanya berperan dalam menjaga tradisi keislaman, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk merawat lingkungan dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat,” tandasnya.

Kehadiran kader IPNU-IPPNU yang masih aktif bersama para alumni juga menjadi wujud pentingnya kesinambungan gerakan antargenerasi. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat organisasi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan di kalangan generasi muda NU.

Acara dilanjutkan malam hàri dengan istighosah dan doa bersama. Hadir juga ketua majelis alumni IPNU-IPPNU kabupaten Jombang, Masruhin. Dia menyelipkan tiga pesan KH. Bisri Syansuri.

“Pertama, hidupilah NU jangan mencari penghidupan dari NU, kedua, jangan tinggalkan NU, ketiga, besarkan NU,” ujarnya.

Pesan singkat juga disampaikan oleh penasehat majelis alumni HM. Yunus. “Perkuat terus dan lakukan pendampingan pada IPNU-IPPNU aktif untuk terus bergerak dan berkarya,” pesannya.

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Kecamatan Diwek menegaskan bahwa menjaga bumi merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Dari kebun Masjid Nurul Falah PG Cukir, gerakan kecil ini diharapkan menjadi inspirasi bagi tumbuhnya kepedulian lingkungan yang lebih luas. (*)

(Khoirul Umam/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *