Gaungkan Aksi Tobat Ekologis, INSED-LPS Lakukan Ini di Karawang

Karawang, Jawa Barat – Sebanyak 20.000 bibit mangrove ditanam di kawasan Pantai Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Penanaman ini menjadi bagian dari gerakan aksi untuk mendukung gerakan “Tobat Ekologis” untuk memperkuat pelestarian ekosistem pesisir.

Kegiatan yang digelar Sabtu (26/9/2026) tersebut dilaksanakan Yayasan Indonesian Network for Social and Economic Development (INSED) bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Kegiatan turut dihadiri Pembina Yayasan INSED Ir. Asep Efendi, Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup Ahmad Toha Almansur, S.IP., serta tokoh dan pegiat lingkungan dari Kelompok Kreasi Alam Bahari. Kelompok Kreasi Alam Bahari selama ini terlibat dalam pengelolaan dan pelestarian kawasan mangrove di Pantai Tangkolak.

Pembina Yayasan INSED Ir. Asep Efendi mengatakan penanaman mangrove perlu dilakukan secara konsisten dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

“Penanaman mangrove harus terus digalakkan karena mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir, menyerap karbon, dan mendukung kualitas lingkungan,” kata Asep.

Menurut Asep, keberadaan mangrove memiliki manfaat ekologis sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan pesisir untuk generasi mendatang.

Sementara itu, Ketua Panitia Penanaman Mangrove, Ir. Mashuri, menekankan pentingnya mengubah kepedulian lingkungan menjadi tindakan nyata.

“Mari kita tidak hanya berbicara tentang kepedulian terhadap lingkungan, tetapi mewujudkannya dalam aksi nyata. Tobat Ekologi yang digalakkan pemerintah harus diwujudkan melalui tindakan aksi, salah satunya dengan menanam dan merawat mangrove,” ujar Mashuri.

Ia mengatakan penanaman 20.000 mangrove di Pantai Tangkolak diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga, masyarakat, komunitas lingkungan, dan pegiat konservasi.

Selain penghijauan, keberadaan mangrove di kawasan pesisir juga berkaitan dengan upaya perlindungan pantai dari abrasi dan pemeliharaan habitat pesisir.

Aksi Tobat Ekologis dalam kegiatan tersebut ditekankan bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk membangun kebiasaan menjaga dan merawat lingkungan secara berkelanjutan.

“Kita ingin tobat Ekologis bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi gerakan dan aksi bersama untuk menjaga bumi dan kehidupan generasi mendatang,” pungkasnya.(*)

(Ahmad Toha A/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *