Madiun, Jawa Timur – Beragam program TNI Angkatan Darat (TNI AD) di wilayah Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) terus menunjukkan hasil nyata. Mulai pembangunan jembatan, penyediaan air bersih, hingga renovasi rumah warga menjadi bagian dari upaya satuan membantu menjawab kebutuhan masyarakat.
Hingga Agustus 2026, sejumlah capaian telah direalisasikan jajaran Korem 081/DSJ. Di antaranya pembangunan 64 Jembatan Garuda, 98 sumur bor air bersih, dan 27 sumur bor untuk kebutuhan persawahan.
Selain itu, jajaran Korem 081/DSJ telah merenovasi tiga sekolah dan dua panti asuhan, memperbaiki 1.234 unit rumah tidak layak huni (RTLH), serta mendukung program swasembada pangan dan penanganan stunting.
Upaya menjaga lingkungan juga menjadi bagian dari pengabdian prajurit melalui kegiatan reboisasi di sejumlah wilayah yang rawan bencana.
Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan, berbagai capaian tersebut bukan semata hasil kerja pimpinan satuan. Menurut dia, keberhasilan itu lahir dari kerja keras, dedikasi, dan pengabdian para prajurit yang berada langsung di lapangan.
“Ya, itu karena kehebatan prajurit kita di lapangan. Bukan karena saya. Saya hanya memberikan pengawasan dan motivasi. Justru mereka yang sangat luar biasa,” ujar Untoro dalam Podcast Gesah Nusantara di Makorem 081/DSJ, Jalan Pahlawan Nomor 50, Kota Madiun, Jumat (14/8/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi Untoro kepada para prajurit yang selama ini terlibat dalam berbagai program sosial dan pembangunan di wilayah Korem 081/DSJ.
Ia mengaku bangga atas dedikasi prajurit yang mampu menerjemahkan program TNI AD menjadi kegiatan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Hormat saya untuk mereka yang sudah bekerja luar biasa mewujudkan program-program yang sangat baik untuk membantu masyarakat,” tegasnya.
Jawab Kebutuhan Masyarakat
Untoro menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi jajaran Korem 081/DSJ dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta berbagai komponen bangsa.
Menurut dia, setiap program yang dijalankan diupayakan berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, prajurit di wilayah dituntut mampu membaca persoalan yang dihadapi warga dan mencari solusi bersama.
“Program-program ini kami laksanakan untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat. Apa yang menjadi kesulitan masyarakat, kami berupaya mencarikan solusinya,” pungkas Untoro.
Berbagai capaian tersebut sekaligus menegaskan peran prajurit TNI AD di wilayah, tidak hanya dalam menjaga pertahanan dan keamanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat melalui karya nyata dan pengabdian teritorial.(*)
(Arwang/Sulaiman)








