
Madiun, Jawa Timur – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau sejumlah lokasi pembangunan satuan Teritorial Pembangunan (TP) di wilayah Madiun Raya, Senin (25/5/2026). Satuan-satuan baru itu diproyeksikan tidak hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan dan ketahanan pangan di Jawa Timur.
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam didampingi Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto beserta sejumlah pejabat utama Kodam V/Brawijaya.
Peninjauan diawali di lokasi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 934/SBY di Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Di hadapan prajurit yang akan bertugas di satuan itu, Rudy menegaskan bahwa keberadaan Yonif TP merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional yang digagas langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Kalian harus bangga menjadi bagian dari sejarah pembentukan satuan ini. Ini merupakan program strategis yang diperintahkan langsung oleh Presiden,” ujar Rudy saat memberikan pengarahan.
Ia juga meminta para prajurit terus meningkatkan kemampuan, menjaga soliditas, serta membangun kedekatan dengan masyarakat di sekitar wilayah tugas.
“Prajurit harus hadir memberi manfaat dan menjadi solusi di tengah masyarakat,” katanya.
Dari Pacitan, rombongan melanjutkan peninjauan ke Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Di kawasan itu, Kodam V/Brawijaya menyiapkan pembangunan Yonif TP sekaligus Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP).
Kunjungan kemudian ditutup di wilayah Mejayan, Kabupaten Madiun, yang juga diproyeksikan menjadi salah satu kawasan pengembangan Yonif TP di jajaran Korem 081/DSJ.
Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan, penentuan lokasi pembangunan satuan dilakukan melalui berbagai kajian strategis, terutama terkait potensi wilayah dan dukungannya terhadap program ketahanan pangan nasional.
Menurut Untoro, kehadiran satuan Teritorial Pembangunan diharapkan mampu menciptakan efek berantai bagi pertumbuhan kawasan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penguatan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap keberadaan satuan ini nantinya memberi dampak nyata bagi percepatan pembangunan wilayah, pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta mendukung sektor ketahanan pangan,” ujarnya.
Selain aspek pembangunan, keberadaan satuan baru itu juga diproyeksikan memperkuat stabilitas keamanan wilayah.
Untoro menyinggung pernyataan Menteri Pertahanan dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI beberapa waktu lalu bahwa satuan Teritorial Pembangunan nantinya turut dilibatkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Termasuk membantu mengatasi berbagai tindak kriminalitas yang meresahkan masyarakat,” kata Untoro.(*)
(Arwang/Sulaiman)







