
Ponorogo, Jawa Timur – Warga Dusun Glagahan, Desa Maguwan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kini mulai menikmati perubahan akses penghubung antarkawasan. Jembatan sesek berbahan bambu yang selama ini digunakan, tengah dibangun menjadi jembatan beton yang lebih kokoh dan aman.
Selama bertahun-tahun, warga harus menghadapi risiko saat melintasi jembatan sederhana tersebut. Struktur bambu yang mudah lapuk kerap membahayakan, terutama ketika hujan membuat permukaan jembatan licin.
“Kalau dibilang berbahaya, memang berbahaya. Tapi kami tidak punya pilihan lain. Saat musim hujan, jembatannya licin dan rawan terpeleset,” ujar Ari Prabowo, warga setempat, Senin (6/4/2026).
Ia menuturkan, jembatan lama hanya dapat dilalui pejalan kaki dan sepeda, sehingga aktivitas warga menjadi terbatas.
Komandan Korem 081/DSJ, Untoro Hariyanto, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari Program Jembatan Perintis Garuda Tahap III. Program ini ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan menjadi langkah strategis untuk membuka keterisolasian wilayah dan memperlancar mobilitas warga.
“Dengan jembatan beton ini, kami berharap mobilitas warga semakin lancar dan aman, sehingga dapat menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat,” ujarnya saat meninjau lokasi pembangunan.
Jembatan beton yang dibangun memiliki panjang 12 meter dan lebar 2 meter. Ke depan, jembatan ini tidak hanya dapat dilalui pejalan kaki dan sepeda motor, tetapi juga kendaraan roda tiga untuk mendukung aktivitas ekonomi warga.
Selain meningkatkan keselamatan, keberadaan jembatan tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antardesa serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.(*)
(Arwang/Sulaiman)







