Viva Yoga Desak Balai Transmigrasi Tak Sekadar Latih, tapi Gerakkan Ekonomi Daerah

Ekonomi64 Views

Badung, Bali – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) tidak boleh hanya berfungsi sebagai pusat pelatihan, tetapi harus mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.

“Balai jangan berhenti pada pelatihan. Harus ada dampak nyata bagi masyarakat dan wilayah,” ujar Viva Yoga saat memberikan pengarahan kepada pegawai BPPMT Denpasar di Seminyak, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (5/4/2026).

Menurut dia, program kerja balai perlu diarahkan pada penguatan ekonomi berbasis potensi lokal melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi seperti Universitas Udayana serta lembaga lainnya.

Ia mencontohkan peran Balai Transmigrasi di Pekanbaru yang dinilai berhasil mengembangkan demplot pertanian dan perikanan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah demplot nanas yang mampu mendorong produktivitas petani di berbagai kabupaten di Provinsi Riau.

“Dari demplot itu, balai tidak hanya melatih, tetapi juga memberdayakan. Hasilnya, Riau semakin kuat sebagai sentra nanas,” kata Viva Yoga. Ia menambahkan, kegiatan panen dan festival nanas yang digelar di Pekanbaru turut memperkuat nilai ekonomi sekaligus promosi daerah.

Viva Yoga menilai BPPMT Denpasar memiliki posisi strategis dalam pengembangan kawasan transmigrasi, mengingat banyak transmigran asal Bali yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Ia menyebut keberadaan “Kampung Bali” di sejumlah kawasan transmigrasi sebagai potensi sosial dan budaya yang dapat menjadi penggerak ekonomi lokal. Pengalamannya saat mengunjungi Kabupaten Mesuji, Lampung, menunjukkan kuatnya identitas tersebut.

“Di sana banyak pura berdiri, suasananya seperti di Bali. Ini menunjukkan transmigrasi bukan hanya perpindahan penduduk, tetapi juga membawa budaya dan etos kerja,” ujarnya.

Menurut dia, transmigran asal Bali dikenal tekun, ulet, dan sabar dalam mengelola lahan. Karakter tersebut telah melahirkan banyak kisah sukses lintas generasi. “Generasi berikutnya ada yang menjadi pengusaha, pejabat daerah, anggota DPR RI, hingga wakil gubernur,” kata Viva Yoga.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan pentingnya penerapan sistem merit dalam birokrasi Kementerian Transmigrasi. Sistem tersebut, menurut dia, memastikan pengembangan karier pegawai berlangsung transparan, objektif, dan berbasis kinerja.

“Dengan merit system, setiap pegawai punya kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan sistem birokrasi yang profesional akan berdampak pada peningkatan kualitas kelembagaan serta efektivitas program pembangunan.

Selain itu, pembangunan kawasan transmigrasi juga terus didorong melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga. Salah satu contohnya adalah pengembangan Kawasan Transmigrasi Barelang yang melibatkan kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, BP Batam, serta Kementerian Pekerjaan Umum.

“Sinergi ini penting agar pembangunan kawasan transmigrasi berjalan lebih efisien dan memberikan dampak ekonomi yang nyata, terutama di wilayah strategis,” kata Viva Yoga.(*)

(Ardi W/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *