
Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah – Tak kenal lelah dan pantang menyerah, Pangdam XXII Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc memerintahkan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus berjibaku memadamkan api hingga larut malam bahkan memasuki dini hari di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), tepatnya di Sektor Pesalat, Desa Sekonyer, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (20/10/2026) dini hari.
Satgas gabungan yang terdiri dari Prajurit Kodim 1014/Pangkalan Bun (Pbn), Brigif TP 40/Huma Betang, Zidam XXII/TB, Yon TP 831 Mandau, Polres Kotawaringin Barat, Satbrimob Polda Kalimantan Tengah, Manggala Agni, BNPB Kobar, serta para relawan, terus bahu-membahu melakukan upaya pemadaman guna mencegah meluasnya kebakaran di kawasan konservasi tersebut.
Dengan mengerahkan tenaga dan peralatan yang tersedia, seluruh personel di lapangan tetap berupaya mengendalikan titik api meskipun harus bekerja dalam kondisi gelap dan hingga dini hari. Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh seluruh unsur yang terlibat demi mencegah kebakaran meluas dan mengancam ekosistem hutan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Dandim 1014/Pangkalan Bun, Letkol Inf Makin, S.Sos., M.I.P., menegaskan bahwa seluruh personel yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Karhutla akan terus berupaya maksimal hingga api benar-benar padam dan situasi dinyatakan aman.
“Kami tidak akan berhenti sebelum api benar-benar padam. Seluruh personel gabungan terus bekerja keras dan bersinergi di lapangan untuk mengendalikan kebakaran serta mencegah agar api tidak meluas. Kondisi ini membutuhkan kesigapan, ketelitian, dan semangat pantang menyerah dari seluruh unsur yang terlibat,” tegas Dandim 1014/Pbn.
Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa penanganan kebakaran di kawasan tersebut membutuhkan perhatian khusus karena karakteristik lahan gambut yang sangat rentan terhadap kebakaran. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu sepenuhnya mati, sebab bara dapat bertahan di lapisan gambut dan kembali menyala apabila kondisi mendukung.
“Lahan gambut memiliki potensi penyebaran api yang tinggi. Oleh karena itu, pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh, disertai pemantauan dan pengecekan berulang untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa. Kami mengimbau seluruh pihak untuk tetap waspada dan terus memperkuat koordinasi agar penanganan Karhutla dapat berjalan optimal,” tambahnya.
Sinergi antara TNI, Polri, instansi terkait, dan para relawan menjadi faktor penting dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNTP. Kebersamaan dan dedikasi seluruh personel diharapkan mampu mempercepat pengendalian kebakaran sekaligus melindungi kelestarian hutan, keanekaragaman hayati, serta lingkungan hidup dari ancaman Karhutla.(*)
(Arif Budi/Sulaiman)







