Selagi Di Dunia, Olahraga Itu Penting Bagi Manusia!

Olahraga218 Views

SURABAYA – Ada yang menarik dengan silaturahmi antara pengurus INKADO Jatim dengan sejumlah tokoh Surabaya dan Jawa Timur yang diadakan di Lounge Hotel JW Marriot, Surabaya, pada Selasa (18/4/2023) sore.

Jika biasanya tausiyah jelang buka puasa diisi dengan siraman rohani, maka Abuya RKH Zainuddin Husni yang didapuk memberikan tausiyah rohani pada peserta yang hadir justru menyampaikan makna sehat walafiat dan khairunnas anfauhum linnas dalam kaitannya dengan pentingnya berolahraga bagi manusia khususnya seorang muslim.

Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatul Qulub Asemrowo tersebut mengatakan bahwa kehadirannya sehingga bisa dipertemukan dalam kesempatan silaturahmi dengan INKADO Jatim dan para stakeholder yang hadir, merupakan hadiah luar biasa dari Yang Maha Agung yaitu Allah Azza Wajalla.

“Bisa jadi karena kita sama-sama punya misi dan tujuan yang baik sehingga kita dipertemukan dalam rangka silaturahim dalam pertemuan yang baik ini,” ujarnya.

Menurutnya, kalau dirinya disebut memberikan sentuhan qalbu atau rohani, dinilai kurang tepat dan kurang pas.

“Kebetulan saya selaku Ketua Duta Taichi Jawa Timur. Jadi, saya juga, bukan hanya sebagai Ketua saja tetapi langsung terjun. Kenapa kok saya terjun? Yang pertama, saya setiap perjalanan dari luar kota itu, saya loyo. Ngantuk. Dan lain sebagainya. Sudah berusaha herbal apapun, karena saya juga orang Madura. Asli Sumenep saya. Kakek dan Ayah saya Sumenep jadi kalau istilah Ramuan Madura sudah tidak asing lagi buat saya. Akan tetapi, ternyata tidak ada suatu perubahan. Kalau hanya mengandalkan ramuan. Jadi ini namanya sentuhan secara khusus bukan sentuhan qalbu lagi,” paparnya memulai tausiyah khususnya.

Sebagai orang Madura, lanjut Abuya Zainuddin, dirinya aktif di pencak silat sebagaimana pada umumnya lelaki Madura. Ia berkisah bahwa pencak silatnya adalah Minangkabau atau Cimande.

“Dari kecil saya sukanya seperti itu. Singkatnya juga saya bergabung dengan taekwondo, setelah dewasa. Jadi taekwondo, saya. Alhamdulillah, tidak pernah dapat juara. Karena cuman pakai sarung (guyon, red.),” lanjutnya dengan gaya penuh lelucon yang membuat segar suasana Lounge Hotel JW Marriot.

Singkat cerita, lanjut Abuya Zainuddin lagi, mengingat situasi dan kondisi terkini (pandemi, red.) sehingga urgensi kesehatan mulai menjadi skala prioritas, mulai fokus berolahraga secara rutin.

“Bilamana kita membiarkan jasad kita, tubuh kita, maka akan semakin parah. Sekali lagi, saya akhirnya memperkenalkan pada diri saya dan keluarga, akan sangat pentingnya olahraga secara terus-menerus,” tegasnya.

Situasi dan kondisi terakhir di Indonesia serta lingkungannya, dirinya mulai banyak bergaul dengan warga masyarakat Surabaya keturunan sehingga mulai ikut aktif kegiatan olahraga mereka.

Akhirnya, dirinya memutuskan untuk bergabung dan aktif di komunitas Ling Tien Kung atau kembali ke titik nol.

“Saya juga bergabung. Disitu saya berlatih dengan penuh semangat. Maksudnya kalo istilah kita itu istiqomah. Dari pukul 05.30 hingga 07.30 WIB. Begitu lima kali saya berlatih, saya merasakan, yang awalnya loyo, ngantuk, ada suatu peningkatan. segar bugar,” ujarnya sumringah.

Karena itulah, Abuya Zainuddin kemudian menyadari bahwa manusia bilamana tidak dilatih dan tidak terbiasa mengolahragakan dirinya, akan loyo secara otomatis. Lemas secara otomatis, apalagi makanannya yang dikonsumsi terlalu banyak yang mengandung kolesterol.

“Saya terus terang, begitu ada sesuatu, belok kanan belok kiri. maksudnya paham nggeh? (ketawa, red.) ga langsung ke arah tujuan. Begitu saya ikut latihan Ling Tien Kung, yang mayoritas adalah Chinese, 5 kali saja saya, diantaranya adalah jinjit jinjit itu. Ada suatu perubahan pada diri saya. Ada suatu peningkatan kebugaran. bangun tidur, kok itu “ayam berkokok” (perumpamaan kondisi vitalitas, red.). Meningkat, meningkat, saya semakin semangat. Tanpa herbal, semakin luar biasa, powerfull. Strong,”¬†lanjutnya.

Menyadari dampak olahraga itulah, dia mengatakan bahwa apabila kita berlatih olahraga secara terus-menerus, memperkenalkan pada diri kita, terus-menerus berlatih maka tampilan fisik akan berbeda, segalanya beda ke arah positif tentunya.

“Lebih semangat lebih semangat lagi dan karena semangat muncul rasa¬† suka. Muncul rasa cinta. Intinya saya berolahraga saya kedepankan The Power of Love. Saya berolahraga karena ada rasa suka, rasa cinta. Tanpa ada suka dan cinta, maka tidak akan muncul semangat. All in. Apalagi olahraga. tanpa mmunculkan rasa suka, tanpa memunculkan rasa cinta. maka tidak akan muncul rasa semangat. Bilamana tidak muncul rasa semangat maka sukses terjadi? Akan sangat pesimis,” tegasnya lagi.

Karenanya, terakhir dirinya berpesan apabila kita semangat dalam segala hal, maka untuk meraih kesuksesan dan tampil mencapai puncak kemenangan, akan jauh lebih mudah.

“Olahraga ini adalah sangat penting selama kita berada dalam kehidupan dunia. Seperti kenapa kemudian kita Istiqomah sholat. Intinya kalau ingin selamat dalam artian kalau kita ingin tampil jasad kita beda, segalanya beda dengan lainnya, berolahragalah rutin. Jangan hanya teori. Teori dan praktek harus seirama,” pesannya.

Lalu apa hubungannya dengan permasalahan rohani? Abuya Zainuddin Husni menjawab bahwa bilamana jasmani kita ini, segar bugar maka rohani kita akan dapat diatur dan pastinya ikut.

“Ibarat membeli sapi, tali akan katut. tapi kalau membeli tali, sapi belum tentu katut. Berolahraga semangat baik melalui karate-do, maupun yang lain, maka insyaAllah batin kita, juga akan menjadi semangat. akan menjadi sehat. terutama Qalbu kita akan menjadi Qalbun Salim. Karena langkah dan gerak kita yang selalu positif. mengolahragakan pada tubuh kita punya jasad dan melatih rohani kita untuk sering berkomunikasi dengan Dzat Yang Maha Agung yaitu Allah Azza wajalla. Tanpa itu, secara istiqomah, secara terus-menerus maka jangan harap sekali lagi, lahiriah kita, batiniah kita, tidak akan mejadi sehat walafiat. dengan kita menjaga jasad kita maka selalu komunikasi dengan Tuhan sehingga tidak menjaid manusia yang angkuh, congkak, sombong dan merasa yang paling dan paling, hanya dengan kita melatih batin kita dan melatih jasad kita maka kita akan menjadi sehat sesuai harapan, seperti handphone, casing keren, mesinnya keren jadi seirama. Jadi tubuh jasad ini seirama dengan batin kita sehingga menjadi manusia yang super power dan menjadi manusia yang sayang dan berbudi luhur dan berakhlak sehingga ke depan juga, baik dari KONI terutama dari INKADO, bener bener menjadi manusia handal, berbudi luhur yang sangat bermanfaat, khairunnas anfauhum linnas,” tandasnya mengakhiri tausiyah khususnya yang sangat menarik dan penuh makna.

Sementara itu, Wakil Ketua INKADO Jatim Hj. Siti Rafika Hardhiansari S,Si mengatakan bahwa sisi menarik tausiah yang disampaikan oleh KH Zainudin Husni berfokus pada betapa pentingnya olahraga dalam Islam.

“Bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat,” tegas Rafika, sapaan akrabnya pada media ini saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (19/4/2023).

Wakil Ketua INKADO Jatim, Hj. Siti Rafika Hardhiansari S.Si (kedua dari kanan) saat menghadiri dan menemani Abuya KH Zainuddin Husni dalam acara Silaturahmi INKADO Jatim dan Stakeholder di Lounge Hotel JW Marriot, Surabaya, Selasa (18/4/2023). (foto: istimewa)

Menurut sosok yang juga merupakan Tokoh Perempuan Jawa Timur itu, bagaimana cara mendapatkan tubuh yang sehat salah satunya dengan cara olahraga. Ia mengatakan bahwa INKADO Jatim sebagai wadah para atlit Jawa Timur yang mempunyai spirit olahraga untuk tubuh sehat dan bermental juara.

“Saya ingin generasi muda Indonesia semuanya gemar berolahraga. Dengan gemar berolahraga untuk tubuh sehat dan jiwa kuat guna mewujudkan Indonesia Hebat,” pungkas sosok perempuan murah senyum tersebut.

(rils/tom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *