
Jombang, Jawa Timur – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Diwek memperingati Hari Sumpah Pemuda agak berbeda. Mereka menggelar talkshow Refleksi Sumpah Pemuda dan Pelantikan Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor se-Kecamatan Diwek, Rabu (28/10/2026) malam. Acara yang berlangsung hingga Kamis dini hari ini bertempat di Aula Al-Imami, Cafe Santri Mojosongo.
Rangkaian kegiatan diawali dengan dzikir, doa bersama dan pembacaan shalawat Nabi. Suasana khidmat dan semangat tampak dipancarkan para peserta yang mengenakan seragam GP Ansor.
Prosesi pelantikan pengurus Pimpinan Ranting GP Ansor se-Kecamatan Diwek dipimpin langsung oleh Ahmad Muzani yang mewakili Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Jombang.
M Hasib Al-Isbily, pengurus PAC GP Ansor Diwek dan tuan rumah acara, mengaku senang kegiatan digelar di tempatnya. “Semoga barokah dan sebagai bukti kita khidmat ke Ansor,” ujarnya.
Ketua PC GP Ansor Jombang, Taufiqi Afkaruddin Assilahi, Fiqi Shilahuddin, turut memberikan arahannya kepada para pengurus ranting yang baru saja dilantik. “Selamat mulai berkhidmat di GP Ansor,” ujarnya.
Sebagai puncak acara refleksi, digelar talkshow kebangsaan bertajuk Mengapa Harus Ber-Ansor? Sesi diskusi ini dipandu oleh Ahmad Kozin, dengan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Subandi, Ahmad Muzani dan Samsul Ma’arif.
Dalam pemaparannya, Subandi menegaskan bahwa Ansor memiliki keutamaan (fadhilah) yang tidak terkira. “Terutama untuk mendapatkan barokah dari para kiai,” ujarnya.
Dia mengingatkan bahwa GP Ansor adalah masa depan Nahdlatul Ulama, sehingga pemuda harus mau berproses, turun ke bawah dan membangun jejaring (networking) di tengah masyarakat. “Tetaplah istiqamah menjaga barisan kiai, karena dari keikhlasan berkhidmat itulah barokah akan senantiasa mengalir menemani perjuangan sahabat-sahabat semua,” tambahnya.
Hal senada ditegaskan Ahmad Muzani. Dirinya menyoroti peran strategis pemuda dari kacamata sejarah dan agama.
Ia mencontohkan bahwa tokoh-tokoh pembawa perubahan besar dalam al-Qur’an, seperti Nabi Musa, Nabi Isa, hingga pemuda Ashabul Kahfi, adalah sosok-sosok pemuda yang tangguh. “Oleh karena itu, para kader didorong untuk memposisikan diri sebagai penolong agama Allah,” pesannya.
“Jadilah pemuda yang tangguh pantang menyerah. Berbanggalah dan buktikan wujud bakti kalian sebagai Ansorullah sejati di manapun sahabat berada,” pesannya.
Sedangkan Samsul Ma’arif menekankan pentingnya pemuda Ansor untuk melek terhadap perubahan zaman. “Terutama dalam menghadapi tantangan era digital saat ini,” katanya.
Dia memaparkan bahwa kader Ansor dituntut untuk bisa beradaptasi dan tidak gagap terhadap pesatnya perkembangan teknologi informasi, termasuk masifnya penggunaan media sosial dan kecerdasan buatan (AI).
“Jika kita tidak mau belajar menguasai teknologi, kita yang akan digilas zaman. Pemuda Ansor harus menjadi pelopor peradaban, bukan sekadar penonton di era digital,” imbuhnya.
Rangkaian acara ini dipungkasi dengan doa penutup. Diharapkan, jajaran Pimpinan Ranting GP Ansor se-Kecamatan Diwek yang baru dilantik dapat terus menginspirasi, bergerak adaptif dan membawa manfaat nyata bagi agama, bangsa dan negara.(*)
(Rama Tegar K/Sulaiman)













