PTM Dinilai Kunci Pembentukan Karakter dan Daya Saing Generasi Jawa Timur

POLITIKANA24 Views

 

Surabaya, Jawa Timur – Pembelajaran tatap muka (PTM) dinilai tidak sekadar menjadi metode belajar, melainkan fondasi penting dalam membentuk karakter dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jawa Timur.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Da’im, menegaskan kebijakan pemerintah yang memprioritaskan PTM merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi unggul.

“Kami mengapresiasi pemerintah yang telah mendengar aspirasi masyarakat. Namun, keputusan ini juga harus dilihat sebagai bagian dari upaya besar membangun generasi Jawa Timur yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan mental,” ujar Suli di Surabaya, Minggu (29/3/2026).

Menurut dia, interaksi langsung antara guru dan siswa memiliki nilai yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi digital. Ruang kelas, kata dia, menjadi tempat utama penanaman nilai-nilai dasar kehidupan.

“Di situlah disiplin, etika, kepemimpinan, dan tanggung jawab dibentuk. Ini merupakan fondasi penting dalam mencetak SDM yang kompetitif di masa depan,” ujarnya.

Suli juga mengingatkan risiko ketergantungan berlebihan pada pembelajaran daring. Menurut dia, pembelajaran jarak jauh yang berlangsung terlalu lama berpotensi memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan, terutama di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses internet dan fasilitas pendukung.

“Jika kualitas pembelajaran tidak dijaga, yang dipertaruhkan bukan hanya mutu lulusan, tetapi juga daya saing daerah dalam jangka panjang,” katanya.

Ia menilai, jika Jawa Timur ingin bersaing di tingkat nasional maupun global, kualitas pendidikan tidak boleh dikompromikan.

Karena itu, Komisi E DPRD Jawa Timur mendorong agar PTM menjadi arus utama dalam sistem pendidikan, sementara pembelajaran daring tetap disiapkan sebagai opsi dalam kondisi tertentu.

Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan perlu didukung oleh pemerataan sarana dan prasarana, penguatan kompetensi guru, serta pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Suli menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengawasan agar kebijakan pendidikan tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas SDM. “Pendidikan bukan hanya soal hari ini, melainkan menentukan masa depan Jawa Timur,” ujarnya.(*)

(Nurcholis/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *