
Surabaya, Jawa Timur – Kodam V/Brawijaya resmi mengukuhkan kepengurusan Pencak Silat Militer (PSM) tingkat provinsi hingga ranting sebagai langkah strategis memperkuat kemampuan bela diri prajurit. “PSM menjadi wadah pembinaan terarah dan berkelanjutan bagi prajurit profesional,” tegas Kadisjasad.
Kegiatan berlangsung Rabu (15/4/2026) di Lapangan Ahmad Yani Makodam V/Brawijaya, dipimpin Kadisjasad Brigjen TNI Andri Amijaya Kusumah, S.Sos., M.H., M.Han. dihadiri Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. serta sekitar 250 peserta dari berbagai satuan jajaran Kodam V/Brawijaya.
Acara ini turut dihadiri para pejabat utama Kodam V/Brawijaya, Danrem, Dandim, hingga pimpinan perguruan pencak silat Jawa Timur. Kehadiran unsur TNI dan sipil menunjukkan sinergi kuat dalam pengembangan pencak silat sebagai budaya bangsa sekaligus kemampuan militer modern.
Dalam sambutannya, Kadisjasad menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pangdam V/Brawijaya dan jajaran. Pengukuhan ini menjadi langkah konkret meningkatkan kualitas prajurit melalui pembinaan fisik, mental, serta penguatan jiwa korsa dalam mendukung tugas pokok TNI AD.
Pengukuhan PSM juga menjadi bagian pelestarian warisan budaya bangsa yang diintegrasikan dengan kebutuhan operasional militer. PSM dirancang adaptif, terukur, dan sistematis guna menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis.
Kegiatan semakin semarak dengan demonstrasi delapan perguruan pencak silat, antara lain PSHT, Merpati Putih, Perisai Diri, Persinas Asad, Tapak Suci, Kera Sakti, Pagar Nusa, dan Cempaka Putih yang menampilkan kemampuan teknik dan filosofi bela diri.
Melalui pengukuhan ini, diharapkan seluruh jajaran PSM mampu menjalankan tugas secara profesional, menjunjung disiplin serta kehormatan prajurit, sekaligus mendorong lahirnya atlet berprestasi yang mengharumkan nama TNI AD di tingkat nasional maupun internasional.(*)
Editor: Sulaiman







