Pangdam V Brawijaya Ajak Para Suporter Se-Jatim Duduk Bareng Dan Ciptakan Sepakbola Damai

Kodam469 Views
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, MA dalam acara Sarasehan Suporter yang berlangsung di Hedon Estate Ngagel, Surabaya pada Sabtu (4/3/2023). (foto: istimewa)

 

SURABAYA – Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, MA menegaskan bahwa dirinya siap duduk dan urun rembug bersama seluruh suporter yang ada di Jawa Timur lalu bersama-sama menemukan solusi terbaik mengenai apa yang dimaui suporter di Jatim sehingga ke depan pertandingan sepakbola di Indonesia khususnya Jatim bisa aman dan damai.

“Saya siap menanggalkan titel dan jabatan saya, lalu kita duduk bersama. Urun rembug. Bisa di rumah (dinas, red.) saya atau di kantor Kodam V Brawijaya. Berikan uneg-uneg kalian kepada saya. Apa persoalannya, apa maunya kalian. Saya mau turun ini. Karena saya ingin tahu betul apa-apa masalahnya, kenapa suporter itu kok bisa ribut. Ayo ngumpul bareng, diskusikan bareng,” ajak Pangdam V Brawijaya dalam acara Sarasehan Suporter yang berlangsung di Hedon Estate Ngagel Surabaya pada Sabtu (4/3/2023).

Dalam acara yang dihadiri oleh Kepala Departemen Pemberdayaan Suporter PSSI, Budiman Dalimunthe dan pengurus Presidium Nasional Suporter Sepakbola Indonesia (PN-SSI) dan sejumlah tokoh lain itu, Mayjen TNI Farid Makruf yakin bahwa para suporter di Jatim mampu dan bisa membentuk suporter yang mampu menciptakan pertandingan sepakbola yang enak ditonton dan tanpa perlu khawatir akan terjadi kerusuhan.

“Saya ingat betul waktu kuliah di Inggris dan menonton pertandingan sepakbola semua elemen turun dan menciptakan pertandingan sepakbola yang aman dan damai. Saya yakin ke depan kita bisa melakukannya dan dimulai dari Jawa Timur,” tegas jenderal bintang dua tersebut.

Pangdam V Brawijaya menegaskan bahwa dirinya memiliki tugas untuk membantu menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah khususnya di wilayah Jawa Timur.

“Salah satu indidkator kondusifitas dan stabilitas adalah apabila tak terjadi kerusuhan atau keributan di suatu tempat. Saya tidak mengatakan sumber keributan adalah sepakbola. Tidak sama sekali! Bagi saya sepakbola itu hiburan dan indah dan itu bisa terjadi jika kita sebagai suporter fokus mendukung tim tanpa menjelekkan tim lawan,” paparnya.

Semenjak pulang kuliah dari Inggris pada kurun 1997-1998, pria asal Bangkalan Madura ini memang ingin sekali berkiprah dalam urusan per-suporter-an di Indonesia dan didapuknya dirinya sebagai “Bapaknya Suporter Jawa Timur” membuatnya merasa dejavu dan ingin sekali mendarmabaktikan kemampuannya untuk berbuat banyak dalam upaya menciptakan suporter yang mampu menjadi bagian dari persepakbolaan tanah air khususnya di Jatim sebagai pertandingan yang enak ditonton dan indah serta nyaman tanpa khawatir akan ada keributan.

“Saya yakin kita bisa menjadi suporter militan dalam mendukung tim idola kita tetapi tetap santun dan itu bisa terjadi jika mengikuti aturan. Ini tak mudah memang. Butuh bantuan dan sinergi para suporter,” tegasnya lagi.

“Saya salut sama PSSI, sudah membentuk secara mandiri PN-SSI. Ini langkah terobosan yang bagus. Dibawah kepemimpin Ketum PSSI, Bapak Erick Thohir kita membenahi semuanya dan itu bisa terjadi dengan dukungan para suporter. Bisa?” tanya Pangdam V Brawijaya yang dijawab suara koor para suporter yang hadir dengan jawaban, “Bisa!”

“Saya siap menjadi pelindung kalian. Bukan apa-apa, saya tidak mencari popularitas. Saya hanya menjalankan tugas untuk membantu Ibu Gubernur menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Jawa Timur. Salah satunya dengan kita semua kompak bersatu, menciptakan kedamaian, di dalam stadion dan diluar stadion. Setuju?” pungkas jenderal murah senyum itu yang diakhiri dengan anggukan kepala dan tepuk tangan suporter yang hadir.

(tomi/jafar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *