Jelang Idulfitri, Kakanwil Ditjenpas Aceh Tinjau Lapas Banda Aceh, Pastikan Layanan Warga Binaan Tetap Optimal

HUKUM33 Views

Banda Aceh, – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Aceh, Yan Rusmanto, meninjau langsung kesiapan layanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh, Senin (16/3/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan, pembinaan, serta pemenuhan hak-hak warga binaan tetap berjalan optimal selama momentum hari besar keagamaan.

Kedatangan Yan Rusmanto disambut Kepala Lapas Kelas IIA Banda Aceh Edi Cahyono beserta jajaran pejabat struktural. Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil meninjau sejumlah fasilitas penting, mulai dari klinik lapas, dapur umum, hingga ruang kegiatan kerja warga binaan.

Di klinik lapas, Yan Rusmanto memastikan kesiapan layanan kesehatan, termasuk ketersediaan tenaga medis dan obat-obatan bagi warga binaan. Menurutnya, pelayanan kesehatan menjadi aspek penting yang harus tetap terjaga, terutama pada masa meningkatnya aktivitas menjelang Idulfitri.

“Kita harus memastikan bahwa seluruh layanan kepada warga binaan berjalan dengan baik, mulai dari kesehatan, makanan, hingga program pembinaan kemandirian,” kata Yan Rusmanto.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke dapur lapas. Pada kesempatan tersebut, ia mengapresiasi pembenahan fasilitas dapur yang kini telah mengadopsi standar lebih modern, dengan area persiapan makanan yang higienis, sistem drainase yang tertata, serta penggunaan exhaust system untuk menjaga sirkulasi udara.

Menurut Yan Rusmanto, peningkatan fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen pemasyarakatan untuk memastikan makanan yang disajikan kepada warga binaan memenuhi standar kebersihan, kesehatan, dan gizi yang layak.

“Transformasi dapur ini bukan sekadar renovasi fisik, melainkan komitmen untuk memastikan hak kesehatan warga binaan terpenuhi melalui makanan yang layak dan higienis,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menginstruksikan agar Lapas Banda Aceh dapat menjadi pusat produksi tempe bagi sejumlah unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Langkah tersebut dinilai dapat membantu menyeragamkan standar pemenuhan protein nabati bagi warga binaan di wilayah tersebut.

Selain dapur dan klinik, Kakanwil juga meninjau area kegiatan kerja (Giatja) warga binaan yang meliputi pelatihan pengelasan, menjahit, peternakan ayam petelur, hingga pembuatan kerajinan tangan. Program pembinaan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

Ia juga meninjau area pertanian yang dikembangkan sebagai bagian dari program ketahanan pangan di dalam lapas, serta memeriksa kondisi blok isolasi untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banda Aceh Edi Cahyono mengatakan, berbagai pembenahan fasilitas dan penguatan program pembinaan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga binaan.

“Monitoring ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, serta menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas,” ujar Edi.

Melalui peninjauan tersebut, Kanwil Ditjenpas Aceh berharap seluruh layanan pemasyarakatan di Lapas Banda Aceh tetap berjalan profesional, humanis, serta sesuai dengan prinsip pemasyarakatan, khususnya dalam menyambut Idulfitri tahun ini.(*)

(Zainal/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *