Irjen Purn Mujiyono Bongkar Keunggulan Santri yang Tak Dimiliki Banyak Orang

POLRI66 Views

Jombang, Jawa Timur – Suasana Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak, Diwek, terasa berbeda pada Minggu (29/3). Di hadapan ratusan santri, Inspektur Jenderal Polisi (Purn) Mujiyono membedah satu hal yang jarang disadari banyak orang: keunggulan santri yang tidak dimiliki semua kalangan.

Kegiatan motivasi yang diikuti santri jenjang madrasah tsanawiyah (MTs) dan madrasah aliyah (MA) itu diawali dengan istigasah yang dipimpin Gus Ahmad Faiz Elsaputra. Hadir pula jajaran pengurus Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak, pimpinan lembaga, serta para guru.

Ketua Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak, Rika Fauziyah Andarini, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kedisiplinan dalam menuntut ilmu. Menurut dia, disiplin merupakan fondasi utama keberhasilan santri.

“Jangan lupa juga mendoakan orang tua dan guru agar ilmu yang diperoleh membawa berkah,” ujarnya.

Memasuki sesi utama, Mujiyono langsung menarik perhatian. Mantan Wakapolda Kalimantan Timur itu mengawali dengan pengakuan personal yang mengundang simpati. “Kalau saya bisa kembali kecil, saya akan memilih mondok,” katanya.

Namun, yang menjadi sorotan utama adalah penegasannya tentang keunggulan santri. Menurut dia, di tengah banyaknya orang cerdas, santri memiliki kekuatan yang lebih mendasar. “Orang pintar itu banyak, tetapi tidak semuanya memiliki fondasi moral yang kuat. Di situlah keunggulan santri,” ujarnya.

Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya itu menyebut, kombinasi antara ilmu dan moralitas menjadikan santri memiliki posisi strategis di masa depan. Ia bahkan menyebut berbagai profesi penting akan semakin membutuhkan sosok dengan karakter santri.

“Bayangkan politisi yang santri, insinyur yang santri, ekonom yang santri, hingga aparat penegak hukum yang santri. Mereka tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas,” tuturnya.

Karena itu, ia mendorong para santri untuk terus mengasah diri, baik dalam ilmu pengetahuan maupun pembentukan karakter. “Santri harus siap tampil di semua lini kehidupan dan membawa manfaat bagi bangsa dan agama,” katanya.

Di sela kegiatan, Direktur Pendidikan Madrasah Seblak, Deden Fardan Hamdani, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum halal bihalal setelah libur Idul Fitri. “Hari ini hari pertama masuk. Besok para santri sudah menghadapi ujian tengah semester,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan istigasah rutin digelar setiap awal bulan sebagai penguatan spiritual santri. “Ini menjadi bekal batin, sekaligus penyeimbang dari proses belajar yang intens,” katanya.(*)

(Mukani/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *