
Jombang, Jawa Timur – Wakil Bupati Jombang KH Salmanuddin Yazid (Gus Salman) hadir dalam Pengajian Rutin Seloso Legi di Pendopo Balai Desa Balongbesuk Kecamatan Diwek, Selasa (6/10). Acara yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Diwek ini sekaligus meresmikan pendopo balai desa Balongbesuk.
Kegiatan dihadiri ribuan jamaah NU. Tampak hadir Camat, Forkopimda Diwek dan Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh beserta jajaran.
Kepala Desa Balongbesuk Muhammad Saifur menyampaikan kegiatan Seloso Legi sangat bermanfaat bagi warga Balongbesuk. “Terlebih sekarang dihadiri Gus Wabup untuk meresmikan pendopo desa Balongbesuk,” ujarnya.
Dia menambahkan fasilitas perkantoran di sekitar pendopo memang sengaja tidak diberi pagar. “Karena semua ini milik masyarakat, monggo dimanfaatkan,” tambahnya.
Acara peresmian ditandai dengan pelepasan balon dan merpati. “Sebagai bukti pendopo sudah siap dan bebas digunakan warga,” tambahnya.
Wakil Bupati Jombang Gus Salman mengapresiasi keberhasilan pemerintah desa Balongbesuk. “Monggo pendopo desa ini dimanfaatkan warga Balongbesuk untuk kegiatan positif, bisa juga untuk resepsi pernikahan, daripada menutup jalan,” ujarnya.
Gus Salman menambahkan pentingnya kerukunan antar warga Jombang. “Terutama meningkatkan gotong royong bersama membangun desanya masing-masing,” tambahnya.
Dirinya berharap pengajian rutin Seloso Legi ini diteruskan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jombang. “Sehingga terus menebar masyarakat untuk masyarakat,” pintanya.
Ketua MWCNU Diwek, KH Hamdi Sholeh, mendorong para jamaah untuk aktif mengikuti pengajian Seloso Legi. “Semua unsur dalam MWCNU Diwek dilibatkan dalam pengajian Seloso Legi ini, mulai syuriah, tanfidziyah, badan otonom, lembaga maupun ranting,” jelasnya.
Saat menyampaikan mauidzah hasanah, Rais Syuriah MWCNU Diwek, KH Nur Hadi (Mbah Bolong), menjelaskan indikasi orang taubat adalah tidak mau makan barang haram. “Bahkan subhat saja tidak mau,” ujarnya.
“Karena orang cerdas itu sebenarnya orang yang menyiapkan kehidupan setelah mati, tidak hanya husnul khatimah,” ujarnya. “Maka semua amal kita setiap hari harus bernilai ibadah,” pesannya.
Mustasyar PCNU Jombang ini berpesan agar jamaah terus berbuat baik. “Orang NU tidak boleh menyakiti orang lain, termasuk membicarakan aib,” pungkasnya.
Selama kegiatan berlangsung, jamaah mengikuti dengan tertib dan khidmat. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa oleh KH Muchlis Dimyathi. (*)
(Mukani/Sulaiman)













