Hadiri Pembukaan TMMD ke-117 di Tanah Kelahirannya, Begini Harapan Danrem 081/DSJ

Korem275 Views
Danrem 081/DSJ saat menghadiri pembukaan program TMMD ke-117 di Lapangan Desa Ketroharjo, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Rabu (12/7/2023). (foto: arwang)

PACITAN – TMMD ke-117 Pacitan resmi dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kabupaten Pacitan, Pamuji pada upacara pembukaan yang diselenggarakan di Lapangan Desa Ketroharjo, Kecamatan Tulakan, Rabu (12/7/2023).

Dalam amanat tertulisnya, Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji berharap, gelaran TMMD yang menggunakan anggaran Pemkab Pacitan sebesar 1,335 Milyar dapat berjalan sukses melalui berbagai pembangunan infrastruktur yang dilakukan. Mulai dari rabat jalan sebagai sasaran pokok, serta sasaran tambahan berupa pembangunan jembatan, gapura, MCK umum, renovasi Rutilahu, dan paving jalan dusun.

“Semoga kegiatan TMMD Reguler ke-117 berjalan dengan lancar dan aman melalui Kemanggunggalan TNI-Rakyat yang bekerja bersama-sama dan bahu-membahu dalam pembangunan sarana dan prasarana yang belum memadai di Dusun Gedangan, Desa Ketroharjo ini,” kata Pamuji saat membacakan amanat tertulis tersebut.

Selain itu, banyak juga harapan dari gelaran TMMD ke-117 di Kota 1.001 Goa, julukan dari Kabupaten Pacitan. Salah satunya dari Danrem 081/DSJ Kolonel Inf H. Sugiyono yang merupakan salah satu putra daerah terbaik.

Pria yang pernah mendapatkan Pin Emas dari Presiden Joko Widodo atas prestasinya dalam mendukung program pemerintah di bidang swasembada pangan itu berharap, gelaran TMMD ke-117 yang diselenggarakan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“TMMD merupakan keterpaduan antara TNI bersama Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dan Pemda sebagai upaya percepatan terobosan pembangunan di daerah pedesaan, serta sebagai langkah peningkatan infrastruktur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Danrem dalam keterangan persnya.

Optmismenya Danrem itu bukan tanpa alasan, karena dirinya menilai, sasaran rabat jalan yang dikerjakan merupakan jalan penghubung antara Pacitan dan Ponorogo yang dapat dimanfaatkan oleh para petani untuk mengangkut dan menjual hasil pertaniannya.

(arwang/tom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *